Donald Trump 'Gebuk' Amazon

Pendiri Amazon Jeff Bezos.
Sumber :
  • Avaaz

Jakarta, VIVA – Suka tidak suka, saat ini dunia berada dalam 'fase gila', di mana Donald Trump menjadi Presiden Amerika Serikat (AS).

Dengan penerapan tarif impor tinggi ke sejumlah negara, hal tersebut membuat perekonomian global menjadi tidak stabil – belum lagi ditambah konflik terbatas di Timur Tengah dan awetnya Rusia melawan Ukraina.

Mengutip situs Counterpunch, Jumat, 18 Juli 2025, tarif atau pajak impor tinggi Donald Trump juga diterapkan untuk perusahaan di negaranya sendiri. Ini yang dialami Amazon.

E-commerce milik Jeff Bezos itu akan dikenai tarif sebesar 50 persen. Sang presiden melihat Amazon mendominasi pasar di internet.

Donald Trump, sebagai presiden, sejatinya, tidak punya wewenang untuk mengenakan pajak atas penjualan Amazon. Hal tersebut tercantum jelas di konstitusinya. Namun, bukan Trump namanya kalau tidak bisa berkelit.

Ia punya pengaruh kuat ke seluruh anggota Partai Republik di Kongres untuk melakukan apapun yang diperintahkannya.

Tentu, Jeff Bezos – pendukung Donald Trump pada Pilpres AS kemarin – pasti sangat tidak senang jika Amazon dikenai pajak 50 persen.

Hal ini akan mengakibatkan penurunan penjualan, dan tentunya keuntungan, yang tajam. Harga barang yang dijual Amazon juga otomatis akan naik hampir 50 persen.

Itu artinya permintaan produk Amazon akan anjlok, dan sebagian besar pelanggan akan beralih ke pesaing yang tidak terimbas Tarif Trump. Bisa jadi, Amazon akan gulung tikar.

Pelanggan Amazon juga pasti sangat tidak senang karena mereka harus membayar harga yang lebih tinggi untuk produk Amazon.

Mungkin, dalam hatinya, Jeff Bezos ngedumel, "Mimpi apa gue semalam? Atau, salah gue apa ya, kok, sampai kena 'apes' (pajak 50 persen)". Bukan Donald Trump kalau enggak bikin sensasi.