DPR Dukung Penyuluh Pertanian Pakai Sistem Artificial Intelligence

Lahan pertanian.
Sumber :

"Untuk melaksanakan seluruh kegiatan dan pencapaian target tersebut, kami telah mendistribusikan anggaran 2020 sebesar Rp21,05 triliun ke 11 eselon 1 seperti Badan Litbang yang mendapat tambahan Rp100 miliar, dan PPSDM dengan anggaran Rp2.04 triliun dari sebelumnya yang hanya 1,70 triliun," katanya.

img_title Relawan Jokowi Usulkan Syahrul Yasin Limpo Dicopot, Nasdem Tak Terima

Sementara itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Fadjri Jufri menyampaikan, rencana kerja tahun depan adalah merealisasikan dan mengimplementasikan penggunaan pupuk dari bahan organik untuk meningkatkan jumlah produksi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kombinasi unsur mikro dan makro atau bahan organik dan non organik harus seimbang, sehingga produksi di beberapa daerah bisa tercapai dengan baik. Kombinasi ini memang harus kita dorong cepat, sehingga ada tambahan peningkatan produksi pangan," katanya.

img_title Rumah Ekonomi Rakyat: SYL Nahkoda Tangguh, Selamatkan Krisis Pangan

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan, Kementan juga akan memperkuat program penguatan penyuluh dengan membangun sarana dan prasarana sampai di tingkat kecamatan.

"Misalnya ada sarana yang rusak kita renovasi, kemudian menambah komputer lengkap dengan modem internet, juga penambahan roda dua dan sebagainya yang terkait dengan sarana prasarana penyuluh dan penyuluhan," katanya.

img_title Pemerintah Lepas Ekspor Produk Pertanian Senilai Rp1,2 Triliun

Di samping itu, kata Dedi, Kementan juga fokus meningkatkan kapasitas penyuluh melalui bimbingan teknis teknologi untuk meningkatkan produksi dan memperbaiki data entry secara online agar semua kegiatan penyuluh bisa diakses dari kantor pusat di Jakarta.

"Produktivitas padi secara nasional saat ini rata-rata hanya 5,3 ton per hektare. Padahal teknologi ada yang sampai 12 ton per hektare dengan varietas inpari 42. Kemudian jagung juga rata-rata sekarang hanya 5 ton per hektare. Padahal melalui inovasi teknologi, produksi jagung bisa mencapai 20 ton per hektare. Itulah pentingnya bimtek dan data entry," tegasnya.

Ilustrasi petani.

Korporasi Petani Dinilai Berpotensi Majukan Industri Pertanian

Apabila para petani mampu terorganisir dengan baik melalui korporasi petani, tentu akan menjadi potensi yang sangat luar biasa bagi industri pertanian.

img_title
VIVA.co.id
17 April 2022
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut