Unik, Bangkai Bus Bekas Diubah Jadi Cafe Instagramable
- VIVAnews/Muhammad AR
"Seperti jalur perlintasan dan singgahan, seperti ruas Jalan KH Sholeh Iskandar ini saja. Di mana kita bisa menjamu tamu-tamu kita, orang  luar bogor untuk mampir ke Bogor," tutur bapak dua anak ini.
Selain menu kopi yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, kafe ini menyajikan aneka minuman dan makanan, dari mulai minuman tradisional seperti wedang hingga yang modern hazelnut latte.
Sedangkan makanan dari mulai ayam bakar lengko, soto kwali, singkong sampai kue pancong dan makanan spageti, waffel hingga mie. Nah soal harga, minuman dan makanan di sini berkisar antara Rp 8-30 ribu saja.
"Harga saya lihat paling murah, dan pajak juga membantu untuk pemerintah daerahnya. Saya mendapatkan nomor pokok wajib pajak daerah (NPWD) untuk PAD. Ini Membantu pemerintah daerah dalam PAD kuliner, dan sudah terdaftar pajak di Badan Pendapatan Daerah," katanya.
Tempat berbagi ilmu
Rencana ke depan, lanjut Pur menambahkan, Shaf Cafe Ngetem Coffe KM 2 Red Bus tidak hanya menjadi tempat nongkrong dalam berbagi ilmu wirausaha. Lokasi ini juga bakal menjadi tempat nongkrong mengembangkan komunitas seni mural yang bertujuan mempercantik Kota Bogor
"Bukan acak-acakan. Contohnya di jalan ini kita lihat potensi perekonomian, budaya, pendidikan, dan keagamaan, sehingga nanti dituangkan dalam mural itu," katanya.
Terakhir, Purwanto mengatakan, wirausaha tidak hanya mengambil keuntungan semata, dan membuka lapangan pekerjaan. Sejalan, usaha ini akan mengembangkan bibit wirausaha baru di tengah masyarakat.
"Dan ide kreatif sebenarnya adalah ingin menyelamatkan anak muda untuk bisa berusaha kuliner bersama, menyediakan tempat agar masyarakat khusus anak muda, menjauhkan hal negatif, dan mengembangkan keahlian potensi diri," katanya.
Â