DPR Apresiasi Diskon Tiket Pesawat, Tapi Perhatikan Empat Hal Ini
- VIVA/M Ali Wafa
“Artinya anggaran yang disiapkan untuk program promosi, termasuk pembayaran kepada influencer berupa pemberian tambahan diskon US$50, anggaran untuk media relations dan insentif bagi airlines sebaiknya ditunda dulu sampai kondisi memang memungkinkan karena dalam kondisi darurat seperti sekarang apapun yang dilakukan kan akan seperti membuang air ke dalam laut,” sambung Evita.
Kemudian yang keempat, Evita minta pemerintah bisa membagi 10 destinasi wisata tadi ke dalam dua klaster superprioritas dan prioritas. Artinya dia minta bisa dibagi mana destinasi yang memang sangat darurat karena ketergantungan ke wisman asal Tiongkok sangat tinggi sehingga memberikan dampak sangat serius kepada dunia usaha pariwisata di sana.
“Tapi ini harus dicek dulu di lapangan, mana-mana destinasi yang bisa kolaps akibat ketergantungan sangat tinggi dengan wisman Tiongkok," ucapnya.
Lebih lanjut dirinya minta maskapai penerbangan khususnya Garuda Indonesia untuk masif melakukan promosi khususnya terkait diskon ke 10 destinasi wisata ini. Atau mungkin dia menyarankan bisa berkolaborasi dengan pihak-pihak perusahaan atau perbankan lain guna mendorong minat.
Meski begitu, Evita berharap pemerintah untuk bersiap menghadapi kondisi lebih buruk manakala nanti kondisi penyebaran virus corona makin melebar dan masif, terutama jika nanti terpaksa dilakukan juga penghentian perjalanan dari dan ke Jepang, Korea Selatan, Iran atau negara-negara lain.
“Jadi saya juga berharap langkah pemerintah tidak hanya berhenti pada diskon pesawat tapi fleksibel dan disesuaikan kondisi yang dihadapi dari hari ke hari," katanya lagi.
Sebelumnya diberitakan, meluasnya wabah virus corona atau COVID-19 di sejumlah negara, nyatanya berdampak juga bagi bisnis penerbangan. Sejumlah kota di Indonesia juga mengalami penurunan ekonomi dari sektor pariwisata.
Menyikapi masalah itu, Pemerintah pun melakukan sejumlah upaya mengembalikan perputaran ekonomi di beberapa daerah. Salah satunya dengan cara memberikan diskon 50 persen untuk 10 destinasi wisata di Indonesia selama tiga bulan.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, penerapan diskon sebesar 50 persen ke 10 destinasi itu telah didukung oleh formula dan regulasi yang ada hingga dapat dilaksanakan dengan cepat dan tepat.