Petinggi Hanura Dukung Visi ARB

ARB dan Titiek Soeharto (paling kanan).
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Regina Safri

img_title Febrie Adriansyah Diperiksa sebagai Tersangka Hari Ini, Kuasa Hukum: Beliau Akan Kooperatif

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ini adalah visi pembangunan jangka panjang yang ditawarkan Partai Golkar dengan tujuan pada 2045, bertepatan dengan 100 tahun kemerdekaan Indonesia, negeri ini menjadi Negara Kesejahteraan, yang bersatu, maju, mandiri, adil, dan sejahtera," kata ARB.
img_title Cek HP Android Kamu Sekarang kalau Tidak Mau Jadi 'Sampah'


img_title Menteri PANRB Dorong Transformasi Pelayanan Publik dari MPP hingga Zona Integritas
Dijelaskan bahwa Visi 2045 itu dibagi dalam tiga tahap dasawarsa: pertama, tahun 2015-2025: menetapkan fondasi menuju negara maju; kedua, tahun 2025-2035: mempercepat pembangunan di segala bidang memasuki negara maju; dan ketiga, tahun 2035-2045: memantapkan Indonesia sebagai negara maju.

Di dalamnya memang memuat, di antaranya, penyempurnaan sistem ketatanegaraan --terutama upaya memperkuat sistem presidensial-- dan pembangunan ekonomi berbasis maritim. Dalam konteks kemaritiman, kata ARB, selama ini pembangunan di Indonesia memang melupakan aspek tersebut. Pembangunan lebih menggambarkan negara ini sebagai negara daratan, padahal sebagian besar wilayah adalah lautan.

Untuk mengembalikan Indonesia sebagai negara maritim, aspek budaya harus diperhatikan. Selama ini budaya maritim memang memudar.

"350 tahun budaya maritim dihilangkan dari orang Indonesia. Kita makan daging tidak makan ikan," ujarnya.

Untuk sisi pertahanan, ARB juga menilai sudah melupakan Indonesia sebagai negara maritim. Padahal wilayah maritim yang harus diamankan jauh lebih besar.

"Buat apa beli tank dua peleton, tiga peleton, kenapa tidak perbanyak armada laut untuk patroli di perairan. Saya kira kita butuh banyak kapal selam," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

ARB bahkan mengatakan jika dipercaya rakyat menjadi presiden dia akan menunjuk seorang menteri senior khusus menangani masalah maritim. Selain itu Bappenas juga akan diminta merevisi konsep pembangunan agar bervisi maritim.
Ilustrasi SPBU Pertamina

Isi Pertalite di SPBU di Wilayah Ini Pakai Sistem Ganjil Genap

Penerapan sistem ganjil-genap untuk mengatur antrean kendaraan dan membuat pelayanan pengisihan BBM jenis pertalite di masing masing SPBU di wilayah itu menjadi tertib

img_title
VIVA.co.id
8 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut