Menyigi 'Rumah Pintar' di Indocomtech 2015
- VIVA.co.id/Ahmad Rizaluddin
Belum laku di Indonesia
Di Indonesia, ujar Peter, belum ada yang menggunakan teknologi rumah pintar dari AR&Co. Kendalanya adalah koneksi internet yang belum baik, karena untuk keseluruhan aktivitas menggunakan WiFi.
“Kenapa di Indonesia pertumbuhannnya lambat, karena membutuhkan koneksi internet yang baik,” jelasnya.
Peter mangatakan, masih banyak kecanggihan lainnya yang bisa digunakan di rumah, seperti smart kicthen, garasi pintar sampai kulkas pintar.
Ini keempat kalinya AR&Co menyelenggarakan ARTX setelah sebelumnya sukses di Jakarta pada 2012, Vietnam (2013) dan Brunei Darussalam (2014).
Untuk pasar teknologi rumah pintar ini, Peter mengatakan, sudah ada cabang di Barcelona untuk pemasaran kawasan Eropa dan Singapura untuk kawasan Asia dan juga ada di Amerika.