Misi Jepang Menguak Awal Mula Kehidupan di Tata Surya
Jumat, 11 Desember 2015 - 12:13 WIB
Sumber :
- www.nationalgeographic.com/Akihiro Ikeshita/JAXA
VIVA.co.id - Badan Antariksa Jepang (JAXA) sukses mengorbitkan satelitnya bernama Akatsuki di Planet Venus. Keberhasilan ini menandakan untuk pertama kalinya, negeri Matahari Terbit itu melayangkan satelitnya memasuki orbit planet lain.
Sebelumnya, pada lima tahun yang lalu, JAXA melancarkan misi untuk memasuki orbit Venus dengan satelit yang sama. Namun, hasilnya gagal total.
Baca Juga
Dilansir laman The News Independent, Jumat, 11 Desember, JAXA mengumumkan kesuksesan Akatsuki memasuki orbit di planet yang bersebelah dengan Bumi tersebut.
"Satelit berfungsi dengan baik," ujar Manager Proyek JAXA Masato Nakamura dalam konferesi persnya.
Akatsuki yang berarti fajar ini diketahui diluncurkan pada 2010. JAXA perlu mengalokasikan dana sebesar US$205 juta untuk mengembangkannya hingga layak beroperasi. Tujuan dari misi Akatsuki ini untuk mengamati permukaan vulkanik super panas di Venus.
Pada kesempatan yang lain, JAXA juga tengah berkonsentrasi pada roketnya yang bernama Hayabusa 2. Roket tersebut diperuntukkan untuk mencapai asteroid Ryugu,‎ yang nantinya peneliti ingin mengetahui asal usul terciptanya sistem Tata Surya.
Misi yang disebut 'earth swing-by' ini‎ untuk mencapai usaha Hayabusa 2 dalam perjalanan ke asteroid Ryugu, yang jaraknya sekitar 3.090 kilometer dari bumi.
Diketahui, Hayabusa 2 telah diterbangkan tahun lalu dan diperkirakan misinya berlangsung enam tahun, sebelum membawa sampel mineral dari Ryugu ke bumi.
Bila semuanya berjalan lancar dan sesuai yang direncanakan, maka Hayabusa 2 diperkirakan akan sampai ke bumi lagi pada akhir 2020. Ilmuwan Jepang menyakini, sampel mineral asteroid itu dapat menjawab kelahiran Tata Surya 4,6 miliar tahun yang lalu.
Pesawat Jepang Akhirnya Mengorbit di Venus
Pesawat Akatsuki kirim gambar Venus ke bumi.
VIVA.co.id
10 Desember 2015