25-1-1971: Idi Amin Penguasa Uganda

Mantan pemimpin Uganda, Idi Amin.
Sumber :
  • REUTERS

VIVA.co.id –  Pada 45 tahun yang lalu, panglima angkatan bersenjata Uganda, Jenderal Idi Amin, mengkudeta Presiden Milton Obote. Kudeta Amin ini dilakukan saat Obote berada di luar negeri untuk menghadiri Konferensi  Negara-negara Persemakmuran.

img_title Harga Minyak Dunia Bisa Melonjak Imbas Ketidakpastian Geopolitik, Begini Strategi Purbaya Atur Anggaran

Menurut laman stasiun televisi BBC, tidak lama setelah pengumuman kudeta, Amin mengerahkan tentara dan tanknya ke jalan-jalan di ibukota Kampala. Bandara Entebbe dan sejumlah jalan utama di negara Afrika tersebut ditutup serta dijaga ketat oleh tentara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Idi Amin adalah seorang mantan petinju yang karir militernya meningkat pesat di bawah rezim Obote. Sebelum dikudeta, banyak rakyat yang tidak puas dengan kepemimpinan Obote.

img_title Mantan Wakil Jaksa Agung Abdul Hakim Ritonga Meninggal Dunia

Di bawah pemerintahannya, korupsi merajalela di berbagai lembaga pemerintah. Uganda sendiri terancam perang saudara akibat politik diskriminasi Obote yang lebih mementingkan daerah asalnya.

Sejak tersingkir dari Uganda, Obote memutuskan tinggal di Tanzania. Idi Amin sendiri hanya sempat menjabat presiden selama delapan tahun. Pada tahun 1979, pemberontak Uganda dibantu tentara Tanzania berhasil mengkudeta Amin.

img_title Prabowo: Indonesia-Rusia Miliki Ikatan Sejarah yang Mendalam

Setahun kemudian, Milton Obote kembali berkuasa setelah memenangkan pemilu presiden tahun 1980. Namun masa pemerintahan keduanya tidak lama karena lima tahun kemudian militer Uganda kembali melakukan kudeta yang menaikkan Yoweri Museveni ke tampuk kekuasaan.

Idi Amin lalu mengasingkan diri ke Libya dan akhirnya Arab Saudi. Dia wafat pada 16 Agustus 2003 setelah menderita gagal ginjal. Dia dimakamkan di Jeddah, Arab Saudi.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Purbaya Pastikan Anggaran Masih Cukup Hadapi Lonjakan Harga Minyak Dunia di Atas US$100 Per Barel

Purbaya memastikan, anggaran negara masih cukup dalam menghadapi lonjakan harga minyak dunia, yang dikabarkan telah melampaui angka US$100 per barel imbas konflik Iran-AS

img_title
VIVA.co.id
10 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut