6 Diskon Ini Wajib Diketahui Agar Anda Tidak Teperdaya
Rabu, 3 Februari 2016 - 08:34 WIB
VIVA.co.id - Siapa yang tidak tergiur dengan promo diskon, apalagi untuk barang-barang branded? Hampir semua orang pasti tertarik, terutama kaum hawa. Namun pernahkah Anda berpikir, apa motif di balik promo diskon besar-besaran yang sering digelar di toko-toko utamanya pada momen-momen tertentu?
Perlu diketahui bahwa promo merupakan bagian dari strategi pemasaran yang dilakukan untuk beragam tujuan. Umumnya promo dilakukan untuk mengenalkan produk baru ke publik.
Tak hanya itu, promo juga dilakukan untuk menghabiskan stok lama yang menumpuk di gudang. Selanjutnya, apakah promo diskon benar-benar murni potongan harga barang sehingga dijual murah, atau hanya manipulasi harga di mana harga barang sudah dinaikkan terlebih dulu sebelum diberi label diskon sehingga tampak benar-benar murah? Nah, Anda harus mengetahui jenis-jenis diskon yang sering kali ditawarkan oleh pusat perbelanjaan.
1. Potongan harga
Â
Potongan harga merupakan salah satu jenis diskon yang banyak digunakan dalam strategi pemasaran untuk menarik konsumen. Alasan psikologislah yang mendasari penerapan strategi ini. Kebanyakan orang cenderung lebih suka membeli barang yang mendapat potongan harga daripada barang tanpa diskon.
Â
Konkretnya, orang akan lebih tertarik untuk membeli barang seharga Rp290 ribu dengan diskon 80 persen, ketimbang barang seharga Rp58.000. Secara psikologis, konsumen akan puas dan merasa beruntung telah mendapatkan barang mahal dengan harga yang begitu murah.
Â
Selain itu juga ada gengsi tersendiri. Menariknya lagi, ketertarikan konsumen untuk membeli akan semakin tinggi apabila label potongan harga yang diberikan bukan dalam nilai rupiah melainkan persen.
Â
Â
2. Cuci gudang
Â
Jenis diskon ini menawarkan harga murah untuk produk-produk yang bisa dibilang ‘out of date’ alias masih menumpuk di gudang. Strategi ini umumnya dilakukan ketika toko masih memiliki stok lawas tetapi tidak ada event khusus untuk menjualnya.
Â
Misalnya sisa stok baju muslim yang masih banyak tetapi momen lebaran telah lewat, untuk menghabiskannya, toko melakukan cuci gudang dengan menjual barang-barang tersebut dengan harga miring.