'Perang Panas' FBI Vs Apple, Publik AS Terbelah

FBI dalam sebuah penyelidikan/Ilustrasi.
Sumber :
  • REUTERS/Javier Galeano

Cook mengatakan dalam perlawanan terhadap FBI, yang dipertaruhkan adalah keamanan data dan ratusan juta pengguna yang taat hukum. Cook mengatakan jika permintaan FBI dikabulkan, maka itu akan menjadi preseden berbahaya yang mengancam kebebasan sipil semua orang.

img_title Kisah Selebgram yang Disebut Penipu Paling Ulung oleh FBI

Google, Facebook dukung Apple

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika setengah warga AS kontra dengan sikap Apple, tapi para bos perusahaan teknologi justru sebaris dengan Apple. Dukungan disuarakan oleh Google, Facebook dan lainnya.

img_title Kasus Pelecehan Seksual Dokter Tim Senam AS, FBI Dinilai Lamban

CEO Google, Sundar Pichai misalnya. Dia berpendapat melalui postingan di akun Twitternya akhir pekan lalu. Pinchai menegaskan memaksa Apple untuk membuka data privasi pelanggan adalah langkah yang tak bijak.

"Postingan penting oleh @tim_cook. Memaksa perusahaan untuk meretas dapat membahayakan privasi pengguna," tulis Pichai dalam akun Twitternya, @sundarpichai.

img_title Rumah Rocky Gerung, Dokumen Rahasia FBI hingga Kecelakaan di Semanggi

Dukungan juga mengalir dari CEO Facebook, Mark Zuckerberg. Awal pekan ini, bos Facebook itu mengatakan simpati dengan Apple.

"Kami simpatik dengan Apple pada hal ini. Kami yakin dengan enkripsi," kata Zuckerberg dikutip dari Wired.

Meskipun bos Facebook itu menyatakan situsnya senang bekerja sama dengan pemerintah untuk memerangi terorisme, tapi Zuckerberg mengatakan merusak keamanan pengguna bukan sebuah pilihan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pria beranak satu itu menegaskan komitmennya dalam mencegah teorisme dan serangan semacamnya. Misalnya saat ada konten yang mempromosikan simpati kepada ISIS, maka Facebook akan tegas, yaitu akan mencopot layanan yang mengandung pramosi tersebut.

"Dan jika kami punya kesempatan untuk bekerja dengan pemerintah dan orang-orang untuk memastikan tak ada serangan teroris, maka kami jelas akan mengambil peluang dan bertanggung jawab membuat masyarakat yang aman," kata Zuckerberg.

FBI saat menyerahkan penghargaan ke Polda Jatim pada Selasa, 8 Februari 2022.

Polda Jatim Ungkap Pembobolan Bansos COVID-19 AS, Diapresiasi FBI

FBI datang ke Polda Jatim memberikan penghargaan karena berhasil mengungkap kasus scampage pembobolan data Bansos COVID-19 AS

img_title
VIVA.co.id
9 Februari 2022
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut