Perjalanan ke Mars Diyakini Bisa Ditempuh dalam '30 Menit'
- U-Report
Pekan lalu, Lubin menawarkan gagasan sistem laser yang bisa menempu perjalanan ke Planet Mars hanya kurang dari tiga hari. Saat itu ia mengatakan, partikel cahaya memiliki energi dan momentum saat memantul pada sebuah objek. Disebutkan momentum bisa tercipta saat pantulan masih dalam dorongan yang kecil, tapi begitu besar nanti akan merefleksikan pada layar. Skema ini memungkinkan menghasilkan momentum besar yang secara gradual mengakselerasi pesawat antariksa.
Memang, tim Lubin belum mencoba sistem mereka. Tapi kalkulasi mereka menunjukkan pendorong foton bisa mengirimkan pesawat robotik 100 kilogram ke Mars dalam waktu tiga hari.
Sedangkan untuk pesawat ruang angkasa yang besar, misalnya pesawat berawak, diperkirakan butuh waktu sekitar sebulan, atau seperlima waktu yang dibutuhkan roket paling super di dunia, Space Launch System (SLS).
Lubin menjelaskan, dalam waktu 10 menit SLS meluncur untuk sampai ke orbit, sistem pendorong fotonnya bisa membawa pesawat ruang angkasa setara dengan 30 persen kecepatan cahaya.
Dikatakan Lubin, benefit nyata dari pendorong foton ini adalah jarak yang sangat jauh dari misi ruang angkasa. Diketahui, pesawat ruang angkasa selama ini butuh waktu untuk mencapai kecepatan tertentu sebelum akhirnya nanti membawa awak ke luar bumi.
Lubin menegaskan karena ini masih dalam penyelidikan, sejatinya sistem pendorong laser ini tak dirancang untuk mengiriman manusia ke jarak interstellar, yang sangat jauh di luar Tata Surya.
"Faktor manusia menjelajahi bintang terdekat dan planet luar Tata Surya akan menjadi perjalanan yang mendalam bagi umat manusia. Ini adalah waktu untuk memulai perjalanan tak terelakkan di luar rumah kita (Bumi)," jelas dia. (ren)