Cara Pemerintah Antisipasi MEA di Industri Furnitur

Pengunjung melihat stan pameran furnitur
Sumber :
  • VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar

VIVA.co.id - Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) turut menjadi tantangan bagi industri furnitur dan kerajinan di Tanah Air. Berbagai upaya ditempuh pemerintah agar bisa mengantisipasi MEA.

img_title Singapura Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2016
"Tantangan ke depan yang sama-sama kami cermati adalah penerapan MEA," kata Menteri Perindustrian, Saleh Husin, dalam Pembukaan "International Furniture and Craft Fair Indonesia (IFFINA) 2016" di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis, 10 Maret 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 
img_title Pengamat: Proyek Infrastruktur Jangan Disetop
Saleh mengatakan, MEA bisa menjadi peluang dan tantangan bagi industri dalam negeri, termasuk industri furnitur dan kerajinan. 
 
img_title Anggaran Dipotong, BPS Yakin Ekonomi RI Tumbuh 5,1 Persen
Kementerian ini pun melakukan berbagai hal untuk mengantisipasi penerapan MEA, seperti penyusunan dan implementasi standar nasional Indonesia (SNI) terhadap komoditas furnitur dan kerajinan serta menggelar pelatihan-pelatihan untuk mengembangkan kemampuan sumber daya manusia para perajin furnitur.
 
Dia menuturkan, industri furnitur dan kerajinan merupakan salah satu industri prioritas. Industri ini menghasilkan produk yang bernilai tambah tinggi, berdaya saing global, penghasil devisa negara, dan menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang besar.
 
"Saat ini, industri furnitur berbahan kayu dan rotan menyerap tenaga kerja langsung dan tidak langsung sebanyak 2,5 juta orang," kata Saleh.
 
Diketahui, tahun 2012, ekspor furnitur kayu dan rotan mencapai US$1,4 miliar dan meningkat menjadi US$1,8 miliar pada tahun 2013. Angka ini juga meningkat lagi pada tahun 2014 sebanyak US$2,2 miliar.
 
"Diprediksi nilai ekspor furnitur kayu dan rotan olahan dalam lima tahun ke depan mencapai US$5 miliar," kata dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 
Adapun, komposisi ekspor furnitur Indonesia dilihat dari segi bahan baku, masih didominasi bahan baku kayu 59,5 persen, metal 8,1 persen, rotan 7,8 persen, plastik 2,3 persen, bambu 0,5 persen, dan bahan lainnya 21,3 persen. (ase)
toko di pasar Senen

Sofjan Wanandi: Demo Tak Pengaruh Iklim Investasi

Hanya fenomena politik jelang pilkada.

img_title
VIVA.co.id
4 November 2016
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut