Delapan 'Langkah Mudah' Menjadi Miliarder

ilustrasi orang kaya
Sumber :
VIVA.co.id
img_title Lima Aktivitas yang Bikin Gampang Boros
- Jalan menuju kebahagiaan dalam hidup ini seringkali didefinisikan oleh banyak orang dengan hidup berkecukupan dan memiliki kemampuan finansial untuk membeli apapun yang diinginkan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


img_title Kiat Penting Sebelum Ajukan Kredit Elektronik
Seringkali hasrat untuk hidup berkecukupan ini muncul dengan menggebu-gebu, sehingga tak jarang Anda tertarik dengan seminar-seminar yang konon katanya dengan mengikuti seminar tersebut, Anda akan menjadi bos di perusahaan Anda sendiri.

img_title 10 Orang Terkaya di Indonesia Pada Tahun 2016
Dalam seminar-seminar tersebut, biasanya akan dijelaskan bagaimana Anda  menjadi seorang miliarder lewat kepemilikan sebuah properti, seperti apartemen misalnya. 

Namun, cara yang diajarkan untuk memiliki apartemen tersebut seringkali tidak rasional dan bukannya malah membuat Anda menjadi miliarder, namun malah akan menambah beban utang Anda.
 
Anda boleh saja percaya dengan seminar-seminar tersebut, namun jika saja Anda mau berpikir rasional, maka hal tersebut sebenarnya sangat kecil kemungkinannya untuk terjadi. 

Kecuali Anda mendapatkan sebuah warisan berupa perusahaan besar yang nantinya akan menjadi milik Anda. Anda juga perlu memperhatikan jika kesuksesan para miliarder yang berhasil mereka dapatkan bukan karena mengikuti seminar-seminar cara menjadi miliarder tersebut.

Utang jadi penghambat menjadi miliarder

Baru-baru ini seorang pimpinan agensi financial planer asal Georgia, yakni Jason Flurry mengemukakan pendapatnya mengenai beberapa langkah mudah untuk menjadi seorang miliarder. 

Menurut Flurry, salah satu hal yang akan menghambat orang untuk menjadi miliarder adalah utang dan utang disebabkan karena Anda tidak membuat perencaan anggaran yang baik dalam memenuhi kebutuhan Anda.

Selain itu, Flurry juga mempertanyakan gaya hidup seseorang yang begitu glamour dengan membeli mobil mewah, membeli makanan cepat saji setiap hari dan berbelanja secara habis-habisan. 

Flurry mengatakan, jika sebelum membeli hal-hal tersebut, maka Anda patut mempertanyakan apakah barang-barang tersebut adalah barang yang Anda butuhkan atau hanya sekadar barang yang Anda inginkan.

Bagi Anda yang sudah hidup dengan berkecukupan, tentu membeli barang mewah seperti yang telah disinggung sebelumnya tak akan menjadi sebuah masalah. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


Namun, lain ceritanya bagi Anda yang belum mencapai standar finansial tersebut, karena sebelum Anda membeli sebuah barang, wajib untuk dipikirkan terlebih dahulu apakah barang tersebut memang barang yang Anda butuhkan.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut