Sumalata, Pembangkit Tenaga Surya Terbesar di Sulawesi
Kamis, 24 Maret 2016 - 07:17 WIB
Sumber :
- VIVA.co.id/Muhamad Solihin
VIVA.co.id - Kabupaten Gorontalo Utara kembali memiliki tambahan sebuah ikon baru yang dapat dibanggakan selain keindahan ekowisata Pulau Saronde serta produk hasil agribisnis lainnya.
Hal ini ditandai dengan hadirnya pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terbesar yang dioperasikan di Sulawesi. PLTS Sumalata dengan kapasitas terpasang dua mega watt-peak (MWp) ini berlokasi di Desa Motihelumo, Kecamatan Sumalata Timur, Kabupaten Gorontalo Utara.
Â
Kehadiran PLTS terbesar ini akan semakin membuat daerah yang berada di pesisir utara Provinsi Gorontalo menjadi percontohan sebagai salah satu daerah penghasil energi listrik yang memanfaatkan sumber energi baru terbarukan.
Â
PLTS dengan skema independent power producer (IPP) atau pengembang listrik swasta ini, adalah PLTS IPP kedua yang resmi beroperasi, setelah sebelumnya PLTS berkapasitas lima MWp di Kupang, Nusa Tenggara Timur, yang diresmikan beberapa waktu lalu.Â
Â
PLTS Sumalata dua MWp ini merupakan bagian dari program pemerintah melalui Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Â
General Mamager PT PLN Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo, Baringin Nababan, menyebutkan bahwa program pemerintah untuk pemanfaatan energi terbarukan, seperti melalui pembangunan PLTS terus ditingkatkan, baik yang dilakukan oleh PLN maupun pihak ketiga (IPP).
Â
“Penggunaan energi matahari sebagai sumber penghasil listrik melalui PLTS di wilayah kerja PLN Suluttenggo yang meliputi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo saat ini baru mencapai hampir satu MWp. Dengan hadirnya PLTS IPP Sumalata dua MWp ini, maka ini menunjukkan bahwa upaya pemerintah untuk mendorong penggunaan energi terbarukan tidak hanya menjadi tanggung jawab PLN saja, tapi turut didukung oleh pihak investor yang memiliki komitmen yang sama, yaitu membangun infrastruktur ketenagalistrikan dengan menggunakan energi terbarukan," ujar Baringin, Kamis, 24 Maret 2016.
Â
PLTS dibangun selama delapan bulan, terhitung sejak April 2015 hingga Desember 2015 oleh PT Brantas Adya Surya Energi, anak usaha PT Brantas Energi, bagian dari PT Brantas Adipraya (Persero).
Â
Kehadiran Brantas Adya Surya Energi ini merupakan perwujudan sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan PLN dalam membangun infrastruktur ketenagalistrikan di Indonesia.
Halaman Selanjutnya
Â