Blue Bird Tingkatkan Kompensasi Pengemudi

Armada Taksi Blue Bird. Ilustrasi
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

VIVA.co.id – Emiten transportasi, PT Blue Bird Tbk (BIRD), membukukan laba bersih konsolidasi sepanjang 2015 mencapai Rp828,94 miliar. Angka ini naik 12,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sebesar Rp739,25 miliar.

img_title Pendapatan Chandra Asri Pacfic Melonjak 237,7 Persen Semester I-2025 Gegara Hal Ini

Direktur Utama Blue Bird, Purnomo Prawiro, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat, 1 April 2016, mengatakan bahwa kenaikan laba bersih ini didorong penurunan biaya bunga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Penurunanan biaya bunga tersebut disebabkan belanja yang dilakukan oleh perseroan dengan dana hasil IPO," katanya.

img_title Semester I-2025, TBS Energi Catat Pendapatan Senilai US$172,2 Juta

Seiring laba, pendapatan bersih tumbuh 15,15 persen menjadi Rp5,47 triliun, dibandingkan periode yang sama di 2014 sebesar Rp4,75 triliun. Peningkatan tarif tersebut ditopang pemerintah yang menyetujui kenaikan tarif taksi regular per kilometer, dari Rp3.600/km ke Rp4.000/km atau terdapat kenaikan sekitar 11 persen di akhir 2014.

Selain itu penambahan jumlah armada operasional taksi regular naik sekitar  delapan persen pada 2015 menjadi 19.377 unit dari 17.882 unit di 2014.

img_title Energi Mega Persada Bukukan Laba Bersih US$75 Juta pada 2024

Adapun biaya langsung taksi regular BIRD pada 2015 naik 16 persen di 2015 dibandingkan periode yang sama 2014. Kenaikan biaya langsung terutama dipicu dua komponen biaya, yaitu kenaikan kompensasi kepada pengemudi dan beban bahan bakar atau Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Kompensasi kepada pengemudi merupakan komponen biaya langsung terbesar yaitu sekitar Rp1,4 triliun pada 2015 dibandingkan Rp1,1 triliun di 2014 yang mencerminkan kenaikan sekitar 20 persen di tahun 2015 dibandingkan dengan 2014," tuturnya.

Purnomo menambahkan kompensasi kepada pengemudi mencerminkan pendapatan bersama (shared revenues) dari BIRD kepada pengemudi regular taksi sebesar 31,4 persen dari pendapatan di 2015, lebih besar dari 2014 sebesar 30,3 persen.

"Ini juga lebih besar daripada beban bahan bakar yang mencapai 22,8 persen dari pendapatan di 2015," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ditambahkan, dari tahun ke tahun (periode 2011-2015), bagian kompensasi kepada pengemudi dari pendapatan perseroan selalu meningkat. Sebagai contoh di 2011, BIRD membagi pendapatan bersama dengan pengemudi sebesar 27 persen, sedangkan di 2015 mengalami peningkatan sekitar 31 persen.

"Blue Bird mengambil kebijakan perusahaan berkorban demi kesejahteraan pengemudi dengan jalan ini, sekaligus meningkatkan kompensasi kepada pengemudi taksi regular mengingat kondisi ekonomi yang sedang sulit," kata dia.

[dok. Humas PT Intraco Penta Tbk (INTA)]

Intraco Penta Catat Pendapatan Usaha Rp476 Miliar pada Semester I-2025

Capaian tersebut tumbuh 1,5 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp469 miliar.

img_title
VIVA.co.id
22 September 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut