Tarif Interkoneksi Harus Turun, Ini Alasannya
- VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar
Biang tarif telekomunikasi tinggi
Bambang menilai regulator yang memakai angka hitungan versi Telkomsel menjadi biang sangat tingginya tarif telekomunikasi. Untuk itu, dalam hal ini, konsumen berhak menuntut regulator dan Telkomsel.
Sebagai solusi, Bambang menyarankan sebaiknya regulator segera hitung tarif ulang tarif interkoneksi dengan mengacu kondisi operator yang paling efisien.
Selain itu, untuk mendorong persaingan usaha sehat di industri telekomunikasi, Bambang mengusulan, seharusnya tarif interkoneksi yang ditetapkan regulator merupakan tarif batas atas bukan batas bawah.
“Masing-masing operator akan menetapkan tarif pungut berdasarkan kondisi setempat (specific location), tarif pungut tidak dapat one fits size for all,” katanya.
Dengan skenario ini, operator yang memiliki tarif interkoneksi lebih rendah dibandingkan dengan operator lain akan tetap bertahan.
(ren)