Libur Panjang, Pemerintah Diminta Tak Teledor Soal Macet
- Mustakim/VIVA.co.id
“Kerja konkret dari menteri baru sangat ditunggu oleh masyarakat. Jangan sampai setelah ganti menteri, kondisinya justru lebih buruk,” tandas Fathan.
Fathan juga meminta Polri untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan terkait lonjakan arus kendaraan selama libur panjang akhir pekan ini. Anggota DPR dari Dapil Jawa Tengah ini mengatakan, selama ini jalan raya telah menjadi salah satu mesin pembunuh terbesar di Indonesia. Karena itu, dengan kerja keras dan kesigapan dari aparat Kepolisian, tingkat risiko di jalan raya diharapkan dapat terus di minimalisir.
“Kapolri yang baru juga punya tanggung jawab untuk memastikan kecelakaan di jalan raya terus menurun setiap tahun. Karena, dampaknya (kecelakaan) terhadap perekonomian sangat besar,” tambahnya.
Potensi wisata
Menurut Fathan, dengan ekonomi dan daya beli masyarakat yang terus meningkat, libur panjang semestinya juga dapat menjadi peluang bagi daerah untuk menggerakkan ekonominya. Karena, banyak masyarakat yang memanfaatkan liburan panjang untuk rekreasi ke daerah.
Hal ini, juga tergambar dari data Kementerian Pariwisata. Di mana pada 2015, jumlah perjalanan wisatawan domestik mencapai 255 juta perjalanan, dengan uang yang dibelanjakan mencapai sekitar Rp224,68 triliun.
“Saat ini, liburan sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Dengan didukung infrastruktur yang baik dan perjalanan yang aman, mestinya Libur Panjang dapat menggerakkan ekonomi daerah. Di sinilah peran dan kerja nyata dari Kementerian Perhubungan dan Polri sangat dibutuhkan,” tegasnya.