Sepuluh Negara dengan Tingkat Pajak Tertinggi di Dunia

Ilustrasi pajak
Sumber :

VIVA.co.id – World Economic Forum (WEF) kembali merilis laporan indeks daya saing global atau global competitiveness indeks berdasarkan kondisi ekonomi dunia minggu ini.

img_title Cara Bayar Pajak Motor Online, Mudah dan Tanpa Antre

Dilansir dari laman Business Insider, pada Jumat 30 September 2016, WEF kembali melakukan analisis data yang di dalamnya mengukur tingkat korupsi, inflasi dan stabilitas kebijakan pemerintah untuk memberikan gambaran terbaru dihampir seluruh negara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu indikator yang WEF gunakan adalah beban pajak suatu negara, dengan skor yang lebih tinggi menunjukkan daya saing negara tersebut rendah.

img_title Ngaku Bayar Pajak Rp3,4 Miliar, Deddy Corbuzier: Gak Rela!

Untuk mengukur pajak tersebut WEF menggunakan tarif pajak total dari Bank Dunia, yang menghitung seluruh sumbangan pajak pada seluruh bisnis termasuk kepada karyawan.

Atas hal itu, Business Insider mengambil negara-negara dengan jumlah tarif pajak yang nilainya tercatat lebih dari 50 persen. 10 Negara tersebut adalah:

img_title Jakarta Terapkan Cara Baru Bayar Pajak Kendaraan

1. Argentina: 137,4 persen - pajak omzet negara itu memakan hampir 90 persen sendiri dari total pendapatan perusahaan, sebelum dipotong pajak untuk gaji dan transaksi keuangan.

2. Bolivia: 83,7 persen - pajak transaksi Bolivia skims 60 persen dari keuntungan perusahaan, bahkan sebelum pajak lainnya diperhitungkan.

3. Tajikistan: 81,8 persen - negara di Asia Tengah ini telah meningkatkan laju pajaknya dari 80,9 persen tahun lalu, menurut WEF.

4. Aljazair: 72,7 persen - Aljazair memiliki tingkat pajak yang tertinggi di seluruh benua Afrika.

5. Mauritania: 71,3 persen - pada 2013, negara yang bergantung pada pertanian ini baru melakukan pemotongan pajak 15 persen untuk menghentikan orang-orang yang membayar pajak di negara tersebut tidak keluar.

6. Kolombia: 69,7 persen - negara ini telah mengurangi laju pajaknya lebih dari 73 persen tahun lalu, tapi masih salah satu yang tertinggi di dunia.

7. Brasil: 69,2 persen - Brazil kehilangan daya saing cepat. Dalam konteks hal defisit perdagangan dan kekacauan politik, negara ini turun enam posisi ke-81.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

8. Tiongkok: 67,8 persen - Tiongkok menghadapi situasi-fiskal dengan memburuknya defisit anggaran lebih dari dua kali lipat antara 2014 dan 2015, mencapai 2,7 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

9. Venezuela: 65 persen- Ekonomi Venezuela didera oleh inflasi, kejahatan dan korupsi, menurut WEF. Ini yang mendorong negara tersebut meninggikan pajak. Peningkatan dramatis dalam pajak di negara ini terjadi pada sejumlah perusahaan minyak asing di bawah mantan Presiden Hugo Chavez.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut