Performa 'Mesin Partikel Tuhan' Bakal Naik Dua Kali Lipat

Salah satu bagian dari fasilitas akselerator partikel di CERN, Jenewa.
Sumber :
  • Reuters

VIVA.co.id – Ilmuwan Rusia telah mengembangkan dan memproduksi alat penyuntik yang bisa mendongkrak performa penumbuk raksasa Large Hadron Collider (LHC).

img_title Penumbuk Partikel Tuhan Dapat Sokongan Tenaga Baru

Ilmuwan Budker Institute of Nuclear Physics (BINP) of the Siberian Branch of the Russian Academy of Science mengatakan penyuntik yang mereka kembangkan bisa meningkatkan produktivitas pemercepat partikel yang terkubur di perbatasan Swiss dan Prancis itu bisa menjadi dua kali lipat. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Adopsi penyuntik baru direncanakan dalam kerangka kerja modernisasi LHC. Ini diharapkan meningkatkan performa LHC menjadi lebih dari dua kali lipat," ujar peneliti dalam pernyataan mereka dikutip dari Sputnik, Rabu 12 Oktober 2016. 

img_title Brexit dan Nasib Partikel Tuhan

Kontribusi ilmuwan Rusia dalam meningkatkan performa penumbuk yang berjasa menemukan Partikel Tuhan pada 2012 itu sudah dilakukan sebelumnya. 

BINP mengatakan, salah satu seksi yang dipakai pada akselerator Lenar 4 (Linac 4) pada LHC telah dikembangkan oleh ilmuwan Rusia. Menariknya penyuntik buatan Rusia itu telah sukses melewati pengujian di Badan Riset Nuklir Eropa (CERN). 

img_title Ilmuwan: Tuhan adalah Ahli Matematika

LHC merupakan pemercepat partikel terbesar dan tercanggih di dunia. Fasilitas ini telah dikembangkan sejak 1995 dan selesai pada 2008. LHC telah dimanfaatkan ilmuwan dunia untuk membongkar misteri materi gelap dan lainnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Fasilitas itu terdiri dari cincin magnet super konduktor yang memutar sepanjang 27 kilometer dengan beberapa struktur pemercepat  energi partikel. 

(ren)

Salah satu bagian dari fasilitas akselerator partikel di CERN, Jenewa.

Fasilitas Partikel Tuhan Dituding Biang Gempa Bumi Italia

Tudingan disampaikan oleh penikmat teori konspirasi dan alien.

img_title
VIVA.co.id
9 November 2016
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut