Komisi IX Minta Jaminan Sosial TKI Diperkuat

Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf
Sumber :
  • VIVA.co.id/Suparman

VIVA.co.id – DPR RI meminta jaminan sosial untuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri benar-benar dapat diperkuat dan disosialisasikan dengan benar, agar manfaatnya diterima mereka dengan layak.

img_title Cak Imin Ungkap Rencana Pemerintah Hapus Tunggakan Iuran BPJS Masyarakat

"Kami berharap negara memiliki sebuah konsep untuk melindungi TKI dengan Jaminan Sosial Nasional. Misalnya bisa saja JSN bekerjasama dengan konsorsium, dimana konsorsium itu harus memiliki perwakilan di luar negeri," kata Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf, Kamis 13 Oktober 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Dede, masih banyak laporan TKI di sejumlah negara yang mengalami kondisi putus hubungan kerja tetapi belum menerima haknya.

img_title Sinergi JKN Menggema di Milad 100 Tahun Gontor

Politisi Demokrat itu berpendapat, sulitnya asuransi yang menaungi TKI melakukan klaim dikarenakan beberapa faktor, antara lain adalah persoalan pendataan dan tidak adanya perwakilan Indonesia di luar negeri sehingga klaimnya sulit ditindaklanjuti.

"Selain itu, kami juga mendorong dengan membuat Panja (Panitia Kerja) BPJS Ketenagakerjaan," ujarnya.

img_title Cuma 13,6 Hari, Klaim RS Cair dari BPJS

Sebelumnya, sejumlah Anggota Komisi IX DPR menyoroti masih belum optimalnya kinerja Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan seperti dalam mengikutsertakan sejumlah kalangan pekerja yang layak dimasukkan dalam program.

"Kami melihat bahwa BPJS Ketenagakerjaan ini bekerja belum optimal, satu contoh misalnya masalah rekening pekerja outsourching yang tidak bertambah di BPJS Ketenagakerjaan padahal gaji mereka dipotong terus," kata Anggota Komisi IX DPR Elva Hartati.

Untuk itu, menurut politisi PDIP tersebut, pihaknya telah menginstruksikan kepada dewan pengawas BPJS Ketenagakerjaan untuk mengawasi hal tersebut.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani juga menyatakan masih adanya persoalan karyawan di daerah yang masih belum mendapatkan hak-haknya sebagai pekerja.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kemarin saya di dapil, ada 650 karyawan salah satunya perusahaan pabrik gula yang datang ke saya. Mereka pekerja kontrak outsourcing yang dikerjakan pada pihak ketiga. Kawan-kawan ini belum mendapatkan hak-haknya," kata politisi Nasdem itu.

Ia menjelaskan sejumlah karyawan ini tidak mendapatkan hak-haknya meski para karyawan terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan tempat perusahaan outsourcing.  (webtorial)

Anggota Komisi VIII DPR RI, Sandi Fitrian Noor

Soroti Penonaktifan BPJS PBI, Anggota DPR: Validasi Data Tak Boleh Matikan Jaminan Kesehatan Warga

Sandi menyampaikan keprihatinan atas kebijakan Kementerian Sosial yang melakukan pembaruan DTSEN yang berdampak pada penonaktifan sekitar 11 juta PBI BPJS Kesehatan.

img_title
VIVA.co.id
10 Februari 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut