Nusa Dua, Surga UKM di Dunia Internasional
- ANTARA/Nyoman Budhiana
VIVA.co.id – Direktur Operasi PT Indonesia Tourism Development Corporation, Ngurah Wirawan mengatakan, sebagai Badan Usaha Milik Negara yang bertugas di bidang pengembangan pariwisata di Nusa Dua Bali, perhelatan tahunan Nusa Dua Fiesta 2016, merupakan ajang etalase bagi Usaha Kecil Menengah di kancah internasional.
"Selama ini, kita mengenal Nusa Dua sebagai tempat penyelenggaraan konferensi internasional dan akomodasi hotel bintang lima. Seharusnya, kawasan ini dapat dimanfaatkan untuk memperlihatkan potensi lokal kepada dunia," kata Wirawan, seperti dikutip dari keterangannya, Senin, 21 November 2016.
Penyelenggaraan kegiatan ini, tambahnya, untuk menunjukkan Nusa Dua Bali, merupakan kawasan terbuka yang dapat dimanfaatkan masyarakat umum, untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan, termasuk untuk memperkenalkan produk-produk usaha kecil dan menengah kepada wisatawan di kawasan tersebut.
“Sesuai tema NDF 2016, ‘Bring The World To Bali’, maka kami menyelenggarakan berbagi kegiatan yang melibatkan masyarakat lokal mulai dari lomba lari, sepeda santai, turnamen golf, pertunjukan musik, dan lain sebagainya untuk menarik pariwisata, kata Wirawan.
Seperti belum lama ini, Nusa Dua menjadi tempat penyelenggaraan kongres internasional mengenai Interpol, yang dihadiri 67 negara.. Hal itu, menunjukkan lokasi kawasan tersebut memang sudah dikenal di dunia, sehingga sepatutnya kalau kawasan ini dapat dimanfaatkan.
Wirawan mengatakan, di Nusa Dua terdapat zona yang memang diperuntukkan bagi masyarakat umum untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan, termasuk dalam lima hari penyelenggaraan Nusa Dua Fiesta 2016 untuk kegiatan olah raga dan pertunjukan musik, di luar zona eksklusif seperti di lingkungan hotel.
"Kami memiliki ruang terbuka hijau seluas 50 hektare, yang memang diperuntukkan bagi masyarakat umum untuk melakukan berbagai kegiatan, termasuk diperuntukkan bagi UKM," ujar dia
Wirawan menambahkan, untuk pengembangan Nusa Dua, saat ini sudah seluruhnya tergarap, tinggal satu lot saja yang saat ini sedang tahap pekerjaan untuk hotel Shangri-La, yang ditargetkan pada 2018 sudah dapat beroperasi.
Hanya saja, diakuinya, sejumlah lokasi saat ada penyelenggaraan kegiatan internasional seperti saat kongres WTO, APEC, dan Interpol memang ditutup untuk umum, hanya ada beberapa yang memang masih dapat dipergunakan.