Aksi Para Menteri Keuangan Ini Selamatkan Ekonomi RI

Mantan Wakil Presiden Bpediono dalam diskusi APBN di Kementerian Keuangan.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Chandra G. Asmara

VIVA.co.id – Setiap Menteri Keuangan Republik Indonesia memiliki kenangan tersendiri selama menjabat sebagai Bendahara Negara. Tak terkecuali, bagi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Keuangan periode 2013-2014 Muhammad Chatib Basri.

img_title Yuk Simak! Keberlanjutan Pemulihan Ekonomi Nasional 2022

Pada rentang 2005-2010, Sri Mulyani Indrawati menerima jabatan sebagai Menkeu, menggantikan Boediono. Pada waktu itu, tugas utama Bendahara Negara adalah bagaimana membangun neraca keuangan Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kalau pak Boediono membuat pondasi, kami menyusun pertama kali neraca keuangan Republik Indonesia,” jelas Ani, sapaan akrab Sri Mulyani Indrawati dalam sebuah seminar di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu 30 November 2016.

img_title Buka Beasiswa LPDP 2022, Menkeu Minta Pengelola Dana Abadi Transparan

Ani pun menunjuk beberapa koleganya, pada saat menyusun neraca keuangan Indonesia. Misalnya, seperti Sekretaris Jenderal Hadiyanto, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Sony Loho, dan Direktur Jenderal Anggaran Askolani.

Kemudian, Direktur Jenderal Perbendaharaan Negara Marwanto, Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Boediarso Teguh Widodo, bahkan sampai dengan Muhammad Chatib Basri, yang pada saat itu merupakan staf khusus dari Sri Mulyani.

img_title Sri Mulyani: Subsidi Jadi Belanja APBN Terbesar pada Januari 2022

“Saya ingat, yang duduk di depan ini semuanya dahulu masih di Eselon II dan Eselon III. Mereka yang sebetulnya bekerja siang malam untuk menyusun batu-batu itu supaya jadi neracanya,” ujarnya.

Bahkan, di depan Boediono, Ani mengaku bahwa pada saat itu yang mengerti seluk beluk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara hanyalah Marwanto dan Boediarso Teguh Widodo. Ani pun melontarkan candaannya.

“Kami dahulu sampai becanda. Kalau pak Boediarso tidak masuk kantor, dan tidak ketabrak… semoga tidak terjadi… Itu selesai. File semua hilang pak Boed. Itu luar biasa. Bagaimana kita mengelola suatu institusi dulu,” katanya.

Cerita unik lain diungkapkan oleh mantan Menteri Keuangan periode 2013-2014, Muhammad Chatib Basri. Ia mengaku pernah berpikir, bahwa menjadi seorang Bendara Negara merupakan pekerjaan yang tidak sulit. Namun, kenyataannya berkata lain.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya selalu mengatakan kepada Eselon I, kalau ada berita buruk, saya harus mendapatkan informasi yang paling pertama. Kalau berita bagus, tidak apa-apa nanti saja,” katanya.

Lucunya, kabar yang diterima oleh Ash Centre Senior Fellow Harvard Kennedys School itu justru selalu mendapatkan kabar buruk para jajaran Eselon I Kemenkeu. Meski begitu, ini akhirnya dipergunakan Chatib untuk memitigasi berbagai risiko yang menghampiri.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut