Dan ketika ayahnya yang sangat sabar itu di-bully oleh orang yang tidak mengetahui kondisi sebenarnya, dia mengaku sedih. Karena itu, dia meminta netizen lebih baik mem-bully-nya untuk hal-hal yang tak pernah dilakukannya, jangan ayahnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Ayah saya orang baik. Kesabarannya luar biasa. Mungkin orang-orang yang pernah kenal ayah, yang bisa paham tulisan saya di atas," ujar dia.
Dan meski dia dan kakanya, Bella harus mengalami kejadian ini termasuk menerima sumpah serapah dari netizen, Chiki dengan tegar mengatakan bahwa itu memang takdir yang harus dijalaninya. Menurutnya, Allah tak pernah salah menetapkan takdir, termasuk takdir dia dan Bella yang hingga kini masih single.
"Untuk yang berkata-kata kasar nyumpah-nyumpahin saya dan kakak saya jadi perawan tua, saya memang memilih untuk jomblo kok. Mencegah diri dari dosa-dosa tidak penting. Kasian ayah ikut nanggung dosa saya kan sebelum saya nikah. Pengen jaga akhirat ayah saya. Saya juga percaya semua akan indah pada waktunya," tuturnya.
Dan apapun yang terjadi, dia menyatakan bahwa Marissa adalah ibu yang mereka sayangi. Namun untuk semua ulah ibunya yang selalu menimbulkan kontroversi itu, dia pun dengan rendah hati meminta maaf.
"Mohon maaf untuk kata-kata ibu yang kurang berkenan," katanya, mengakhiri.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Postingan ini pun banjir komentar. Beberapa netizen memberi semangat untuknya dan mendoakan yang terbaik untuk keluarga mereka. "Mudah-mudahan kalian berdua mendapatkan jodoh sebaik ayah kalian dan semoga Allah melembutkan dan menyadarkan ibu kalian, semangat ya @chikifawzi dan @bellafawzi," tulis salah satu netizen.
Kedua korban yang teridentifikasi masing-masing berinisial DA (21) dan A (59). Penanganan pascabencana kini dialihkan sepenuhnya pada pembersihan material dan pemulihan w
Jenazahnya berhasil diidentifikasi Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan melalui pencocokan DNA keluarga. Petunjuk lain berasal dari dompet
Sekolah Rakyat Subang diproyeksikan menampung lebih dari 1.000 siswa. Pemerintah Daerah menyiapkan lahan 7-15 hektare dan masih menunggu persetujuan pusat.
Forum Komunikasi untuk Perubahan (FKUP) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya mendesak Menteri Agama Nazarudin Umar untuk segera menetapkan rektor.