Tips Agar Sukses Negosiasi di Kantor
- reuters
VIVA – Pernahkah Anda melakukan negosiasi? Berapa kali melakukannya? Negosiasi adalah suatu proses penawaran yang dilakukan oleh dua pihak atau lebih, guna mencapai tujuan tertentu. Agar negosiasi bisa berjalan sukses, Anda harus lihai dalam mengolah kata-kata dan meyakinkan lawan bicara kalau apa yang dikatakan itu benar adanya.
Berbicara tentang negosiasi, pastilah Anda juga pernah diajak bernegosiasi oleh si bos di kantor. Negosiasi di tempat kerja kerap kali menjurus pada kenaikan gaji atau pangkat. Benarkah demikian? Sebagian besar benar, sebagian lagi tidak.
Agar dambaan naik gaji bisa terwujud, Anda harus bisa melakukan negosiasi bermanfaat. Bukan hanya gaji saja, ruang gerak di kantor pun bisa semakin luas jika Anda mengetahui caranya.
Suatu penelitian berkata kalau wanita lebih pintar bernegosiasi ketimbang pria. Inilah yang mengakibatkan gaji para wanita kerap kali lebih besar ketimbang pria, mengapa bisa demikian? Tentu saja, para wanita memiliki trik khusus negosiasi manfaat. Daripada penasaran, berikut ini tips dari Cermati.com cara bernegosiasi sederhana yang bisa diterapkan di tempat kerja:
1. Mengetahui apa yang dinegosiasikan
Hal pertama yang perlu dilakukan ialah mengetahui apa yang akan dinegosiasikan. Apakah itu kenaikan pangkat, kenaikan gaji, atau kerja sama jangka panjang. Saat bernegosiasi, Anda akan menjelaskan panjang lebar mengenai hal tersebut.
Jadi, pastikan Anda harus paham tentang materi negosiasi. Hal ini berguna, agar tidak gugup atau kagok saat berhadapan dengan lawan bicara.
Hal ini terlihat sepele, namun jika Anda menghiraukannya, proses negosiasi cenderung tidak diterima karena lawan bicara menilai Anda melalui penguasaan materi negosiasi. Jangan lupa pula untuk menjelaskan tujuan dan latar belakang mengapa melakukan negosiasi.
2. Jelaskan feedback yang didapatkan perusahaan
Saat proses negosiasi berjalan, pasti si bos bertanya tentang feedback apa yang akan didapatkan perusahaan. Feedback ini sendiri contohnya bisa beranekaragam. Anda bisa menyesuaikan feedback dengan kesanggupan diri untuk mewujudkannya.
Tawarkanlah feedback yang bisa dipenuhi. Jangan pula menawarkan feedback berlebihan sehingga merugikan diri sendiri. Feedback yang paling umum ditawarkan oleh karyawan adalah “bersedia bekerja lebih keras”.