Bukti Booming E-Commerce Bukan Penyebab Utama Tutupnya Mal
- http://www.dansapar.com
Salah satu pusat perbelanjaan yang ramai dikunjungi pembeli adalah Thamrin City, Jakarta Pusat. Pusat belanja yang melibatkan ribuan pedagang kecil dan menengah ini tetap menjadi favorit pengunjung karena barang-barang yang dijualnya berkualitas.Â
Kareem, salah satu pedagang batik di TM Thamrin City mengatakan, masih banyak pengunjung yang berbelanja di mal tersebut. Pedagang pun masih mendapatkan pendapatan yang normal saat ini.Â
"Paling ramai itu hari Senin dan Kamis, selebihnya normal seperti ini," kata pria yang menjaga kios Batik itu.
Dengan kondisi sekarang ini, Kareem mengaku masih bisa memutarkan hasil dari keuntungan penjualan untuk mendatangkan stok barang ke kiosnya.Â
"Saya tidak selalu memikirkan omzet, ada uang langsung diputar saja untuk datangkan batik dari pekalongan," ucap pria yang sudah berjualan di Thamrin City sejak 2011 tersebut.
Seperti diketahui, pelemahan di industri ritel sebenarnya sudah terendus sejak awal tahun ini. Yang terbesar, PT Modern Internasional Tbk menutup semua gerai 7-Eleven di bawah pengelolaannya pada 30 Juni 2017.Â
Beberapa waktu lalu, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) menutup dua gerainya di kawasan Blok M dan Manggarai. Kemudian, penutupan Gerai Lotus dan Debenhams oleh PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI).