Jokowi Tetap ke Afghanistan Meski Ada Bom, Ini Alasannya

Presiden Joko Widodo dan rombongan ke Afghanistan dari Bangladesh.
Sumber :
  • Twitter / @pramonoanung

VIVA – Presiden Joko Widodo tetap melakukan kunjungan ke Afghanistan, dalam lawatan ke beberapa negara Asia Selatan, Senin, 29 Januari 2018. Jokowi mengunjungi negara itu meski beberapa hari sebelumnya ratusan orang tewas dalam ledakan bom. 

Bantah Matahari Kembar, Golkar: Ada Upaya Benturkan Prabowo dengan Jokowi

Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan, banyak pihak menyarankan agar Presiden Jokowi membatalkan rencana ke sana. 

"Hari ini (mengunjungi) Afghanistan. Jadi walaupun suasananya tidak kondusif tapi pak Presiden memutuskan tetap berkunjung," kata Pratikno saat penyerahan arsip Kepresidenan ke Arsip Nasional RI, di Kemensesneg, Jakarta, Senin, 29 Januari 2018.

Kubu Jokowi Bantah Tuduhan Ijazah Palsu: Itu Menyesatkan!

Indonesia harus menunjukkan kepemimpinan yang kuat di dunia internasional. Apalagi ke Afghanistan yang memiliki sejarah juga dengan Indonesia. 

Menteri Sekretaris Negara Pratikno

Sosok di Balik Lagu Viral 'Waktu Ku Kecil', Ibu Rumah Tangga yang Kini Banjir Endorsement

Menteri Sekretaris Negara Pratikno (Foto: VIVA.co.id/ Agus Rahmat)

Akhir 2017 lalu, Majelis Tinggi Perdamaian Afghanistan pernah ke Istana Bogor dan bertemu langsung dengan Presiden Jokowi. Lantaran itu, Indonesia perlu menunjukkan solidaritasnya. Termasuk, kehadiran Presiden Jokowi ke Afganistan. 

Sebelumnya, sebuah bom yang disembunyikan dalam mobil ambulans di Ibu Kota Afghanistan, Kabul, meledak pada Sabtu waktu setempat. Akibatnya, puluhan orang tewas dan melukai sekitar seratusan orang.

Dilansir dari Reuters, Minggu 28 Januari 2018, Taliban mengaku bertanggung jawab atas ledakan bom bunuh diri itu. Kejadian ini diklaim kali kedua dilakukan kelompok tersebut. Sebelumnya, mereka menyerang kawasan Hotel Intercontinental yang menewaskan 20 orang. (ren)

Pengamat Politik, Boni Hargens

Ijazah Palsu Jokowi Dibawa ke Ranah Hukum, Boni: Itu Terobosan yang Bagus

Ijazah Palsu Jokowi Dibawa ke Ranah Hukum, Pengamat bilang Demokrasi Harus Ikut Aturan Main

img_title
VIVA.co.id
24 April 2025