Pentagon Tempatkan 5.200 Militer Halau Kedatangan Masif Imigran

Trump tempatkan 5.200 militer hempang datangnya migran dari Meksiko
Sumber :
  • Sumber BBC

VIVA – Amerika Serikat mengirim pasukan militer hingga 5.200 orang di area-area perbatasan dengan Meksiko untuk membendung arus masuknya imigran dari negara itu dan negara-negara Amerika Tengah. Dikutip dari laman BBC, hal tersebut diputuskan Pentagon menyusul makin derasnya imigran yang datang dengan karavan dan mencoba masuk ke wilayah AS.

Tabuh Perang! Trump Umumkan Tarif 30 Persen untuk Meksiko dan Uni Eropa

Komandan operasi, Jenderal Terrence O'Shaughnessy mengatakan operasi yang dinamakan Faithful Patriot ini akan berfokus di wilayah Texas, Arizona dan California.

Sementara kemarin, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa invasi imigran memang sedang menuju AS namun militer AS sudah siap menghadapi dan membendung mereka. Namun dia menyebutkan bahwa tenda-tenda akan didirikan untuk memproses pencari suaka yang memenuhi syarat ke AS.

4 Alasan Ini Buat Britney Spears Ganti Nama Jadi Xila Maria River Red dan Pindah ke Meksiko?

"Kalau memang dari mereka ada yang mencari suaka maka akan ada lokasi tenda hingga waktu yang ditentukan dalam memprosesnya, akan dibangun tenda yang banyak," lanjut Trump. 

Sementara pihak pengkritik pemerintah AS menyebutkan bahwa langkah mendirikan tenda sementara yang disebutkan Trump tersebut tak lain sebagai cara untuk mendapatkan keuntungan elektroral pada Pemilu sela AS yang akan berlangsung agar memberikan dampak positif bagi Partai Republik yang mengusung Donald Trump.

Fakta-fakta Valeria Marquez, Influencer Meksiko yang Ditembak saat Live

Jenderal O'Shaughnessy dalam kesempatan berbeda menyebut bahwa pasukan yang berjumlah ribuan orang itu juga diperlengkapi dengan alat mutakhir antara lain berbagai jenis senjata, helikopter, pesawat terbang, pembatas aman dan kawat duri dalam jumlah yang sangat besar.

Kepala BNN Republik Indonesia Komjen Marthinus Hukom

Kepala BNN Sebut Kartel Narkoba Sinaola Meksiko Sudah Masuk Bali

Kepala BNN Marthinus Hukom menyebutkan ancaman peredaran gelap narkotika yang berasal dari kartel Sinaloa-Meksiko masuk ke wilayah Bali.

img_title
VIVA.co.id
15 Juli 2025