Donald Trump: Kami Akan Rebut Kembali DPR dan Gedung Putih

Mantan Presiden AS Donald Trump
Sumber :
  • Twitter

VIVA – Mantan presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan Partai Republik akan merebut kembali Kongres dan Gedung Putih "lebih cepat dari yang Anda pikirkan." Trump berbicara untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan di acara kampanye Partai Republik di North Carolina.

Penembakan Massal saat Misa di Sekolah Katolik AS, 2 Anak Tewas 17 Luka-luka

"Kami akan merebut kembali Senat, merebut kembali DPR, kami akan merebut kembali Gedung Putih, dan lebih cepat dari yang Anda kira. Ini akan menjadi sesuatu yang sangat istimewa," kata Trump dalam video yang dibagikan secara online, seperti dilansir Business Insider, Senin 7 Juni 2021.

"Cinta, dan kasih sayang, dan rasa hormat yang telah Anda berikan kepada kita semua, itu sangat penting," tambahnya.

AS Bakal Perpendek Durasi Visa untuk Mahasiswa-Jurnalis, Alasannya Keamanan dan Tak Jadi Beban Negara

Dia berterima kasih kepada orang-orang atas dukungan mereka. "Partai Republik lebih kuat dari sebelumnya, dan dari sekarang. Kami akan membalikkannya, kami akan memutar-balikkannya dengan cepat."

Wartawan New York Times, Maggie Haberman, bahwa Trump telah memberi tahu orang-orang bahwa dia berharap akan kembali menjadi Presiden AS. Haberman mengatakan Trump tengah fokus pada audit pemilu yang diadakan di negara bagian dimana dia kalahkan.

Trump Ancam Kenakan Tarif Tambahan Negara yang Pungut Pajak Digital

Beredar teori konspirasi, bahwa Trump bisa kembali menjadi presiden pada bulan Agustus. Teori itu diutarakan oleh CEO MyPillow, Mike Lindell, seorang pendukung setia Trump.

Lindell mengatakan di podcast pada bulan Maret bahwa Trump akan "kembali menjabat pada bulan Agustus." Namun, tidak ada dasar konstitusional untuk teori tersebut.

Dalam pidatonya, Sabtu 5 Juni 2021, Trump juga mengecam kepresidenan Joe Biden, yang menuntut reparasi COVID-19 dari China, dan mengeluhkan tentang larangan sosial media.
 

VIVA Militer: Perdana Menteri India, Narendra Modi

Hubungan Modi dan Trump 'Memburuk' Gegara Nobel Perdamaian

Modi menolak untuk merekomendasikan Trump sebagai kandidat penerima Hadiah Nobel Perdamaian.

img_title
VIVA.co.id
31 Agustus 2025