7 Golongan Agama Islam yang Telah Hadir Sejak Zaman Dulu

Lapal Allah pencipta semua makhluk semesta alam (viva.co.id)
Sumber :
  • U-Report

3. Murjiah

img_title Kisah Perjalanan Spiritual Robert Bauer: Eks Timnas Jerman yang Putuskan Mualaf Usai Bertemu Sang Istri

Murjiah berasal dari Kata Irja yang memiliki arti menangguhkan. Murjiah sendiri hadir sejak abad pertama hijriah karena perbedaan dua pendapat, yaitu Syiah dan Khawarij. Kaum Syiah mengkafirkan para sahabat, menurut mereka sudah menghina ke Khalifahan Ali. Sementara itu, Khawarij mengkafirkan kelompok Ali dan Muawiyah. Karena itu, hadirlah golongan umat Islam yang menjauhkan diri dari kafir dan mengkafirkan kedua kelompok tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

4. Qadariyah

img_title Banyak WNA di Karawang Masuk Islam, MUI Lapor Imigrasi

Qadariyah bermula dari kata Qadr yang memiliki arti mampu atau kuasa. Kaum ini menganggap bahwa manusia memiliki kemerdekaan dan kebebasan untuk memilih jalan hidup. Selain itu, mereka juga mengatakan bahwa manusia memiliki kebebasan dan kekuatan sendiri guna menciptakan perbuatan-perbuatannya. Maka, golongan agama Islam ini berangkat dari pengertian bahwa manusia memiliki qudrah atau kekuatan untuk melaksanakan kehendaknya.

5. Jabariyah

img_title Kongres Umat Islam Indonesia Didesak Minta Presiden Lebih Progresif Berantas Korupsi

Lain halnya dengan Qadariyah, golongan ini justru berbanding terbalik dengan Qadariyah. Jabariyah bermula dari kata Jabr yang memiliki arti paksaan. Golongan ini pertama kali dimunculkan tahun 131 H oleh Jahm bin Safwan, sekretaris Harits bin Suraih yang berontah pada Bani Umayyah di Khurasan.

Sesuai namanya, golongan agama Islam yang satu ini terdapat pemikiran bahwa manusia melaksanakan pekerjaan dalam keadaan terpaksa. Jabariyah mengungkapkan bahwa manusia tidak memiliki kemerdekaan dalam memilih kehendak dan perbuatannya. Perbuatan manusia sudah ditentukan dari semua oleh Qada dan Qadar Tuhan.

6. Muktazilah

Golongan agama Islam berikutnya adalah golongan yang kerap disebut sebagai ‘kaum rasionalis Islam’ lantaran memahami sesuatu lebih menitikberatkan pada akal. Golongan tersebut mengatakan bahwa orang Islam yang berdosa besar bukanlah kafir atau mukmin, tapi di antara keduanya.

Pandangan lainnya adalah hanya mengakui Isra Nabi Muhammad, tapi tidak Mi’raj Nabi ke langit. Juga tidak mengakui adanya siksa kubur, perhitungan amal, sampai tidak percayanya adanya syafaat Nabi di Hari Kiamat kelak.

7. Ahlus Sunnah wal Jama’ah

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Allah SWT

Photo :
  • U-Report

Sunni atau Ahlus Sunnah Wal Jama’ah merupakan seseorang yang mengikuti ajaran Nabi Muhammad beserta dengan para sahabatnya. Golongan Sunni, dalam melaksanakan kehidupan bertumpu pada Al Quran, hadis, ijma’, ulama, dan Qiyas.

Ilustrasi Alquran.

Hina Alquran saat Naik Taksi Online: Aparat Keamanan Dipenjara 14 Hari, Denda Rp30,6 Juta

Seorang pria berusia 56 tahun dijatuhi hukuman penjara 14 hari dan denda Rp30,6 juta oleh pengadilan karena terbukti bersalah menghina Alquran saat naik taksi online.

img_title
VIVA.co.id
23 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut