5 Negara di Dunia yang Menerapkan E Voting pada Pemilu
- Maryland Today
Jakarta – Banyak negara telah mencoba mengadopsi sistem pemungutan suara elektronik atau e voting dalam pemilihan parlemen mereka. E-voting adalah suatu metode pemungutan suara dan penghitungan suara dalam sebuah pemilihan yang menggunakan perangkat elektronik.
Pada Maret 2017, e-voting juga diterapkan dalam pemilihan umum desa di Babakan Wetan, Bogor. Bahkan, pada Pilkada Serentak 2021, menurut informasi dari Menteri Dalam Negeri, metode pemungutan suara secara online atau e-voting juga digunakan. Ada 155 desa yang mencoba menggunakan e-voting dalam pemilihan kepala desa.
Keuntungan umum dari e-voting meliputi penghitungan suara yang lebih cepat, penghematan biaya pencetakan surat suara, kemudahan dalam pemungutan suara, dan kemungkinan penggunaan perangkat secara berulang dalam berbagai pemilihan.
Simulasi E-Voting Pemilihan Ketua Umum Demokrat
- VIVAnews/Tri Saputro
Bahkan, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (kini bergabung dengan BRIN) melaporkan bahwa pada tahun 2014, e-voting dalam pilkada dapat menghemat biaya hingga 50%.
Selain Estonia, ada beberapa negara lain yang telah menggunakan e-voting dalam pemilihan. Berikut adalah daftar 5 negara yang telah mengadopsi sistem pemungutan suara elektronik.
1. Brasil
Mengutip Ace Project, Brazil, pertimbangan pemungutan suara elektronik didasarkan pada aspek ekonomi dan pencegahan penipuan. Mesin pemungutan suara elektronik yang masih digunakan dikembangkan pada tahun 1995 dan pertama kali digunakan dalam pemilu daerah pada tahun 1996.
Proyek pemungutan suara elektronik ini disusun dan diikuti oleh Pengadilan Pemilihan Umum Nasional yang membentuk komisi teknis yang dipimpin oleh ilmuwan daerah pemilihan.
Lembaga Penelitian Luar Angkasa Nasional (INPE) dan Pusat Teknis Dirgantara (CTA). Mereka mendefinisikan persyaratan fungsional. Berbagai pemasok dan perusahaan perangkat lunak terlibat dalam pengembangan berbagai generasi mesin pemungutan suara di Brazil.
Kode sumber perangkat lunak pemungutan suara elektronik adalah hak milik. Brazil meminjamkan mesin ke negara lain. Perangkat pemungutan suara elektronik di Brazil digunakan untuk mengidentifikasi pemilih, memilih dan menghitung suara.
2. Australia
Metode i-voting.
- Maryland Today
Menurut Medium, beberapa negara bagian di Australia telah memanfaatkan pemungutan suara melalui internet untuk memastikan bahwa pemilih penyandang disabilitas, khususnya mereka yang memiliki gangguan penglihatan atau tingkat melek huruf yang rendah, dapat memberikan suara mereka secara mandiri dan tanpa melanggar kerahasiaan pilihan mereka.