Tolak Pemindahan Warga Palestina di Jalur Gaza, Raja Yordania Sentil Provokasi Ekstremis Israel

Raja Yordania Abdullah II
Sumber :
  • ANTARA/HO-QNA-OANA.

Kairo, VIVA – Raja Yordania Abdullah II kembali menentang pemindahan warga Palestina dari Jalur Gaza dan memperingatkan konsekuensi serius akibat eskalasi Israel di Tepi Barat yang diduduki.

Gus Yahya Minta Maaf Undang Akademisi Pro-Israel Peter Berkowitz Jadi Narasumber

Abdullah menekankan penolakan mutlak terhadap pemindahan apa pun dan menekankan perlunya rencana yang jelas dan terstruktur untuk rekonstruksi Gaza.

Hal itu ia sampaikan pada pertemuan puncak darurat Arab di ibu kota administratif baru di Kairo timur, pada Selasa, 4 Maret 2025.

Jurnalis Valerie Zink Curhat Mundur dari Reuters, Tuding Medianya Propagandis Israel

"Rencana tersebut harus mengikuti jadwal waktu yang ditetapkan dan disampaikan kepada mitra internasional utama untuk mendapatkan dukungan global," kata Abdullah, dikutip dari ANews, Rabu 5 Maret 2025.

"Saya mendesak dukungan upaya reformasi Otoritas Palestina untuk melayani kepentingan rakyat Palestina."

18.489 Pelajar dan Ratusan Guru Palestina Tewas Akibat Serangan Israel

Ia pun menyoroti perlunya pendekatan yang jelas dan praktis untuk mengelola Gaza dan menghubungkannya dengan Tepi Barat untuk memastikan penyediaan layanan penting dan keamanan.

Abdullah menginginkan penghentian eskalasi yang berbahaya, khususnya selama bulan suci Ramadan. Ia juga memperingatkan terhadap upaya para ekstremis dalam pemerintahan Israel untuk tidak memprovokasi ketegangan dan mengganggu stabilitas kawasan.

Raja Yordania menegaskan kembali bahwa solusi dua negara tetap menjadi satu-satunya jalan menuju perdamaian yang adil dan menyeluruh.

Ia menekankan perlunya mendirikan negara Palestina yang merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya untuk memastikan stabilitas kawasan jangka panjang.

Ia pun menekankan pentingnya mempertahankan gencatan senjata di Gaza dan melaksanakan ketiga fase perjanjian tersebut.

Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi sebelumnya mengungkap rencana untuk rekonstruksi Gaza tanpa menggusur penduduknya dan mendesak pertemuan puncak untuk mengadopsinya.

Ia juga mendorong pembentukan dana untuk membiayai rencana tersebut dan mengumumkan konferensi internasional tentang rekonstruksi Gaza yang ditetapkan pada bulan April.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya