Makkah Segera Miliki Bandara Sendiri

Suasana kota Makkah, dengan kompleks Masjidil Haram (tengah) terlihat dari dekat Gua Hira, di Jabal Nur (Bukit Cahaya), Makkah Al Mukarramah, Arab Saudi, Sabtu, 4 Mei 2019.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Aji Styawan

VIVA –Rencana pembangunan bandara dan sistem metro di Makkah saat ini tengah berjalan, seiring upaya kota tersebut melakukan peningkatan besar di sektor transportasi dan infrastruktur.

img_title 14 Ribu Imigran Langgar Izin Tinggal hingga Ketenagakerjaan di Arab Saudi

CEO Royal Commission for Makkah City and the Holy Sites, Saleh Al-Rasheed, dalam wawancara dengan Harvard Business Review, mengatakan bahwa persetujuan untuk arah investasi strategis dan ekonomi telah diperoleh guna mengembangkan Bandara Makkah sesuai standar global, dengan tujuan melayani jutaan pengunjung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menambahkan, pihak Komisi akan bekerja sama dengan sektor swasta untuk merancang model investasi yang tepat tanpa mengganggu kelayakan bandara di kota-kota sekitarnya.

img_title Geger! Gus Alex Ungkap Beri 24 Anggota Panja DPR 1.500 Riyal Per Orang karena Diminta Uang Oleh-oleh

Al-Rasheed juga menyebut studi kelayakan dan desain awal untuk proyek Metro Makkah telah rampung.

Selain sektor transportasi, ia menjelaskan berbagai upaya lain untuk meningkatkan layanan dan pengalaman bagi warga serta jamaah, melalui proyek-proyek di bidang perumahan, infrastruktur, dan layanan publik, dengan tetap menyesuaikan kebutuhan masyarakat.

img_title Menhub Dudy Dorong Aplikator Layanan Ride Hailing Terus Tingkatkan Kesejahteraan Mitra Driver

Ia menargetkan tingkat kepuasan warga dan jamaah mencapai 90,5 persen pada 2025.

Salah satu inisiatif yang dijalankan adalah program Smart Makkah, yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk memantau dan mengelola pergerakan jemaah di Masjidil Haram dan area sekitarnya.

Program ini mencakup sistem prediksi arus jemaah di Jembatan Jamarat dan kawasan pusat, serta penggunaan pencitraan udara yang terintegrasi dengan aplikasi “Balady” untuk meningkatkan pengalaman jemaah.

Al-Rasheed juga menyoroti peningkatan di sektor transportasi, termasuk pengembangan sistem bus, taksi, dan transportasi terpandu, serta peluncuran Makkah Taxi yang menggunakan kendaraan modern dengan sistem pelacakan dan opsi pembayaran elektronik, termasuk kendaraan listrik dan hybrid.

Saat ini, jaringan bus Makkah mengoperasikan 400 unit bus di 12 rute, menjangkau sebagian besar kawasan permukiman dengan 430 titik pemberhentian, serta didukung empat stasiun utama di area pusat kota.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Sejak mulai beroperasi pada Februari 2022, jumlah pengguna layanan telah melampaui 185 juta penumpang, dengan lebih dari 3,8 juta perjalanan yang telah dilakukan,” ujarnya dikutip dari laman Saudi Gazette, Kamis 2 April 2026.

Di sektor infrastruktur, sejumlah ruas utama jalan lingkar pertama, kedua, dan ketiga telah selesai dibangun dan terhubung dengan jalur penting menuju Masjidil Haram dan lokasi-lokasi suci, termasuk Jalan King Abdulaziz dan Jalan Ibrahim Al-Khalil, serta peningkatan akses masuk kota.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut