Pezeshkian: Iran Sedang Perang Berskala Penuh!

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian
Sumber :
  • responsiblestatecraft.org

Jakarta, VIVA – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan negaranya saat ini sedang menghadapi perang berskala penuh pada bidang ekonomi, militer, dan keamanan.

img_title IRGC Gertak AS: Sanksi Satu Dollar ke Iran, Washington bisa Rugi Berkali-kali Lipat

Meski demikian, Pezeshkian menegaskan pemerintahnya berkomitmen penuh untuk mengatasi seluruh kesulitan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami sedang menghadapi perang ekonomi, militer, dan keamanan berskala penuh," kata Pezeshkian dalam pidato yang disiarkan kantor berita milik Iran, IRNA, dikutip Senin, 24 Agustus 2026.

img_title Trump Pede Jalur Pipa Minyak Suriah Bakal Gantikan Peran Krusial Selat Hormuz

Hal itu disampaikan Pezeshkian menanggapi ancaman sanksi ekonomi terbaru yang disampaikan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

"Trump dengan mudah mengatakan AS akan menjatuhkan sanksi paling berat atau paling mengerikan kepada Iran," ungkapnya.

img_title Bocornya Informasi soal AS Kekurangan Amunisi dalam Perang Iran Bikin 50 Staf Pentagon Diperiksa

Pezeshkian juga menegaskan Iran tetap berdiri teguh dan berusaha melayani masyarakat di tengah situasi perang yang tidak seimbang, sekaligus menolak anggapan musuh bahwa Iran akan runtuh akibat tekanan eksternal.

"Musuh menilai jika Iran jatuh, maka negara ini akan menjadi seperti Venezuela. Hal itu tidak terjadi, Iran justru menjadi kekuatan yang mengagumkan lewat perlawanan dan solidaritas," tegas dia.

Pemerintah Iran saat ini terus bekerja keras menjaga persatuan nasional guna menghindari perpecahan internal di tengah eskalasi tekanan ekonomi dan keamanan yang kian meningkat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman pada Juni, lewat mediasi Pakistan dan Qatar, untuk mengakhiri permusuhan yang dimulai pada Februari. Dalam kesepahaman itu, keduanya sepakat untuk melanjutkan negosiasi menuju kesepakatan akhir.

Namun, ketegangan kedua negara kembali memuncak setelah perundingan tindak lanjut nota kesepahaman antara Iran dan AS menemui jalan buntu akibat perselisihan skema navigasi di Selat Hormuz. (Ant)

Uang dolar AS dan rupiah.

Rupiah Melemah ke Rp 17.650 saat Pendapatan Kelas Menengah RI Anjlok dan Tensi Iran-AS Kembali Melonjak

Hingga pukul 09.01 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.650 per dolar AS. Posisi itu melemah 8 poin atau 0,05 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.642 per dolar AS.

img_title
VIVA.co.id
7 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut