Gaza Krisis Pangan

Warga Palestina mengambil bantuan yang dijatuhkan di pantai Zawaida, Jalur Gaza.
Sumber :
  • AP Photo/Abdel Kareem Hana

VIVA - Juru Bicara PBB Stéphane Dujarric memperingatkan bahwa persediaan kebutuhan pokok di Jalur Gaza tidak memadai di tengah krisis pendanaan dan pembatasan ketat terhadap kemampuan mitra PBB untuk mengisi kembali persediaan tersebut.

img_title Biadab! Bantuan Kemanusiaan di Jalur Gaza Tak Sampai ke Masyarakat karena Dihalangi Israel

Dalam jumpa pers pada Kamis, 10 September 2026, mengutip WAFA, ia mengatakan serangan udara Israel dan serangan lainnya terus menyasar daerah berpenduduk, sehingga membahayakan warga sipil dan merusak properti.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dujarric juga menyoroti serangan udara Israel yang menyasar sebuah bangunan di kamp pengungsi Al-Bureij dekat Deir al-Balah pada Selasa telah mengakibatkan sekitar 100 keluarga kehilangan rumah dan harta benda mereka.

img_title Dewan HAM PBB: AI Ancaman Umat Manusia

Bangunan tersebut menampung dua sekolah PBB yang digunakan sebagai tempat penampungan sementara bagi para pengungsi dan sebuah toko roti yang didukung PBB.

Dujarric menegaskan kembali perlunya untuk selalu menghormati warga sipil dan objek sipil, termasuk pengungsian dan fasilitas kemanusiaan. Sebelumnya, sebagian besar bantuan kemanusiaan yang diperlukan masyarakat di Jalur Gaza tidak sampai ke wilayah tersebut karena terus dihalangi Israel.

img_title PBB Tegaskan AI Bisa Jadi Ancaman Bagi Umat Manusia

Pada 9 Oktober 2025, Israel dan Hamas, melalui mediasi Mesir, Qatar, Amerika Serikat (AS), dan Turkiye, mencapai kesepakatan mengakhiri perang di Jalur Gaza yang kemudian diresmikan dalam KTT di Sharm El-Sheikh Mesir pada 13 Oktober 2025.

Kesepakatan tersebut mengatur implementasi gencatan senjata, pembebasan sandera di Gaza untuk ditukar dengan tahanan Palestina, peningkatan aliran bantuan kemanusiaan, serta penarikan secara bertahap pasukan militer Israel dari Gaza.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun demikian, implementasi kesepakatan gencatan senjata tersebut masih belum rampung karena para pihak berselisih terkait langkah apa yang harus diambil terlebih dahulu.

Israel menuntut agar pelucutan senjata Hamas dilakukan sebelum mereka melanjutkan penarikan pasukan, sementara Hamas bersikukuh agar Israel menghentikan dulu serangan mereka, menarik pasukan militer, dan memenuhi kewajiban bantuan kemanusiaan.

Warga Gaza berjalan di tengah puing reruntuhan bangunan saat gencatan senjata

Malaysia Kecam Upaya Israel Mau Pindahkan Paksa Warga Palestina dari Gaza

Pemerintah Malaysia mengecam prilaku Israel yang berupaya untuk memindahkan secara paksa rakyat Palestina dari Jalur Gaza. Apalagi hal tersebut diikuti dengan kekerasan.

img_title
VIVA.co.id
10 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut