VIDEO: Beda Jokowi dan SBY Tanggapi Isu Penyadapan

Presiden Joko Widodo dan SBY di Istana Negara
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo
VIVA.co.id
img_title Australia Siapkan Program 5.000 Doktor untuk Indonesia
- Skandal penyadapan yang dilakukan oleh badan intelijen Australia, ASD, kembali menyeruak di tengah tegangnya hubungan kedua negara jelang pelaksanaan eksekusi mati gelombang kedua. Sebab, kali ini, dua warga Australia, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, akan dieksekusi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


img_title Indonesia Ajarkan Australia Cara Tangani Terorisme

Isu skandal penyadapan bermula dari informasi yang dimuat di media Selandia Baru,
img_title Indonesia dan Australia Intensif Bicarakan Terorisme
New Zealand Herald, yang menyebut ASD bekerja sama dengan agen intelijen Selandia Baru, GCSB, dalam menyadap pejabat tinggi di negara-negara Kepulauan Pasifik dan Indonesia. Khusus untuk Indonesia, penyadapan dilakukan ke perusahaan telekomunikasi, Telkomsel.

Salah satu target yang diduga dibidik adalah Presiden Joko Widodo. Semua informasi ini bersumber dari dokumen mantan kontraktor Badan Keamanan Nasional (NSA), Edward J. Snowden.

Tetapi, Jokowi ternyata merespon laporan itu dengan santai. Bahkan, sambil guyon.

"Gak ada, saya gak pernah dengar disadap. Kalau saat berkunjung ke perkebunan karet, banyak sadap di sana," tutur mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Sementara reaksi berbeda dilontarkan mantan Presiden SBY. SBY bersikap reaktif dengan menghentikan sementara kerjasama Indonesia dan Australia di tiga bidang.

"Sejumlah agenda kerjasama kita lakukan review," kata SBY.

Klik videonya .

(one)

![vivamore="Baca Juga :"]

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA




[/vivamore]
Ilustrasi penyadapan.

Thailand Siap Awasi Turis Asing via Ponsel

Skema pengawasan kemungkinan berlaku dalam satu semester lagi.

img_title
VIVA.co.id
10 Agustus 2016
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut