VIDEO: Beda Jokowi dan SBY Tanggapi Isu Penyadapan
Kamis, 12 Maret 2015 - 07:16 WIB
Sumber :
- ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo
VIVA.co.id
- Skandal penyadapan yang dilakukan oleh badan intelijen Australia, ASD, kembali menyeruak di tengah tegangnya hubungan kedua negara jelang pelaksanaan eksekusi mati gelombang kedua. Sebab, kali ini, dua warga Australia, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, akan dieksekusi.
Isu skandal penyadapan bermula dari informasi yang dimuat di media Selandia Baru, New Zealand Herald, yang menyebut ASD bekerja sama dengan agen intelijen Selandia Baru, GCSB, dalam menyadap pejabat tinggi di negara-negara Kepulauan Pasifik dan Indonesia. Khusus untuk Indonesia, penyadapan dilakukan ke perusahaan telekomunikasi, Telkomsel.
Salah satu target yang diduga dibidik adalah Presiden Joko Widodo. Semua informasi ini bersumber dari dokumen mantan kontraktor Badan Keamanan Nasional (NSA), Edward J. Snowden.
Tetapi, Jokowi ternyata merespon laporan itu dengan santai. Bahkan, sambil guyon.
"Gak ada, saya gak pernah dengar disadap. Kalau saat berkunjung ke perkebunan karet, banyak sadap di sana," tutur mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Sementara reaksi berbeda dilontarkan mantan Presiden SBY. SBY bersikap reaktif dengan menghentikan sementara kerjasama Indonesia dan Australia di tiga bidang.
"Sejumlah agenda kerjasama kita lakukan review," kata SBY.
Klik videonya .
(one)
![vivamore="Baca Juga :"]
[/vivamore]
Isu skandal penyadapan bermula dari informasi yang dimuat di media Selandia Baru, New Zealand Herald, yang menyebut ASD bekerja sama dengan agen intelijen Selandia Baru, GCSB, dalam menyadap pejabat tinggi di negara-negara Kepulauan Pasifik dan Indonesia. Khusus untuk Indonesia, penyadapan dilakukan ke perusahaan telekomunikasi, Telkomsel.
Salah satu target yang diduga dibidik adalah Presiden Joko Widodo. Semua informasi ini bersumber dari dokumen mantan kontraktor Badan Keamanan Nasional (NSA), Edward J. Snowden.
Tetapi, Jokowi ternyata merespon laporan itu dengan santai. Bahkan, sambil guyon.
"Gak ada, saya gak pernah dengar disadap. Kalau saat berkunjung ke perkebunan karet, banyak sadap di sana," tutur mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Sementara reaksi berbeda dilontarkan mantan Presiden SBY. SBY bersikap reaktif dengan menghentikan sementara kerjasama Indonesia dan Australia di tiga bidang.
"Sejumlah agenda kerjasama kita lakukan review," kata SBY.
Klik videonya .
(one)
![vivamore="Baca Juga :"]
[/vivamore]
Thailand Siap Awasi Turis Asing via Ponsel
Skema pengawasan kemungkinan berlaku dalam satu semester lagi.
VIVA.co.id
10 Agustus 2016