Israel Tambah Pasukan Keamanan di Tel Aviv

Polisi Israel menangkap pria terduga penembak di pusat kota Tel Aviv.
Sumber :
  • REUTERS/Stringer

VIVA.co.id – Pemerintah Israel mengerahkan ratusan pasukan tambahan ke West Bank, dalam menghadapi serangan yang menewaskan empat orang di pusat perbelanjaan dan restoran dekat Tel Aviv, Kamis 9 Juni 2016.

Kantor PM Israel Diteror Benda Asing

Diberitakan Al Jazeera, Jumat, 10 Juni 2016, melalui sebuah pernyataan, militer Israel mengumumkan bahwa dua batalion tambahan telah dikerahkan untuk mengamankan situasi. Penyebaran militer melibatkan ratusan tentara, termasuk tentara infanteri dan pasukan unit khusus. Pengumuman ini dilakukan setelah pertemuan Kabinet Keamanan Israel.

Sebelumnya, pada Kamis kemarin, setelah serangan, pejabat pertahanan Israel menangguhkan izin masuk kepada ribuan warga Palestina untuk mengunjungi Israel selama bulan suci Ramadan. Coordination of Government Activities in the Territories (CoGAT) sebuah unit pertahanan Israel mengatakan, izin bagi 83 ribu warga Palestina di West Bank untuk mengunjungi kerabatnya di Israel telah dibekukan.

Badan PBB Sebut Israel Negara Rasis

Izin kunjungan Ramadan juga ditangguhkan bagi warga Palestina di Jalur Gaza untuk mengunjungi kerabat di Israel, bepergian ke luar negeri dan menghadiri salat di Masjid Al-Aqsa di Yerusalem. Pihak CoGAT mengatakan, izin masuk dan meninggalkan wilayah hanya diberikan untuk akses kemanusiaan dan medis. 

West Bank dan Gaza secara efektif telah ditutup setelah terjadinya serangan. Sebelumnya, dua orang bersenjata asal Palestina melakukan penembakan dan menewaskan setidaknya empat orang dan melukai enam lainnya. Pemerintah Israel menjelaskan, lokasi kejadian berada di sebuah pusat perbelanjaan dan restoran dekat pusat kota Tel Aviv, Israel.

PM Israel Mau Larang Rumah Ibadah Pakai Pengeras Suara
Presiden Prancis Emmanuel Macron saat menghadiri gala dinner di Istana

Prancis Siap Akui Negara Palestina pada September 2025

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan bahwa negaranya akan mengakui kedaulatan Palestina secara resmi pada bulan September 2025.

img_title
VIVA.co.id
25 Juli 2025