Diancam Bom, Lufthansa Mendarat Darurat

Maskapai Jerman, Lufthansa.
Sumber :
  • Skift.com.

VIVA.co.id – Maskapai Penerbangan Jerman, Lufthansa, mengalihkan pendaratannya di Bandara John F. Kennedy, New York, Amerika Serikat, lantaran menerima ancaman bom melalui jaringan telepon. Sejatinya, Lufthansa melakukan rute penerbangan dari Texas ke Frankfurt.

img_title 25 Tahun Berlalu, Ini Kronologi Tragedi 9/11 yang Tewaskan Hampir 3.000 Orang

Meski begitu, Juru Bicara Bandara JFK New York, Steve Coleman, mengatakan, pihaknya berhasil mengevakuasi pesawat jenis Airbus A380 yang membawa lebih dari 500 penumpang ini. Coleman mengatakan pemerintah AS berusaha mencari pesawat pengganti dengan rute penerbangan yang sama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, sejauh ini, pihaknya tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan. Menurut penuturan Coleman, pesawat dialihkan ke Bandara JFK dan kemudian penumpang yang berjumlah 530 orang, termasuk kru pesawat, langsung diamankan.

img_title Hakim MK Soroti Ganti Rugi Delay Pesawat Rp300 Ribu, Desak Pemerintah Perketat Pengawasan Maskapai

Para penumpang langsung dibawa ke hotel terdekat untuk bermalam. Insiden ini tak mempengaruhi penerbangan lain. Maskapai yang berpusat di Cologne ini, seperti dilansir situs Deutsche Welle, Selasa, 13 Desember 2016, melaporkan, setelah pilot diberitahu adanya ancaman lalu diputuskan penerbangan dialihkan ke New York.

Juru Bicara Lufthansa, Jörg Waber, mengatakan bahwa penerbangan mereka dengan kode 441 mendarat dengan selamat di Bandara JFK atas pertimbangan keamanan. Kendati demikian, pihaknya tidak membenarkan atau membantah menerima ancaman bom pada Selasa pagi.

img_title Wali Kota Zohran Mamdani: New York Tidak Berwenang Tangkap Netanyahu

Waber hanya berkata bahwa ia tidak memiliki informasi yang cukup. Apabila pencarian telah usai, pesawat akan kembali ke Jerman tanpa penumpang.

Serangan 9/11.

Setelah 25 Tahun, Dalang Serangan 9/11 Baru Akan Diadili pada 2028

Hari ini 9 September 2026 menandai 25 tahun insiden serangan 9/11 yang menewaskan hampir 3.000 jiwa. 25 tahun berlalu, dalang serangan baru akan diadili Juni 2028

img_title
VIVA.co.id
11 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut