Bahasa Inggris Penting untuk Membangun Mental

Ilustrasi belajar Bahasa Inggris.
Sumber :
  • www.wanderingeducators.com

VIVA.co.id – Menurut laporan terbaru Global Competitiveness Report 2016-2017 dari World Economic Forum, peringkat daya saing Indonesia menurun dari peringkat 37 (2015-2016) menjadi peringkat 41 dari 138 negara (2016-2017).

img_title Perbanyak Hafalkan Kosakata Jadi Jurus Ampuh Pintar Berbahasa Inggris, Begini Trik Mempelajarinya

Bahkan di Asia Tenggara, Indonesia menempati posisi ke-4 setelah Singapura, Malaysia, dan Thailand. Oleh arena hal itu, Direktur British Council Indonesia, Paul Smith menyatakan, pihaknya ingin membantu mengatasi permasalahan pendidikan di Indonesia melalui program pelatihan kemampuan abad ke-21.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Program ini diharapkan dapat memantik generasi penerus agar mampu bersaing di kancah industri tenaga kerja internasional.

img_title Prestasi Bahasa Inggris Indonesia Tertinggal: Ranking 79 dari 113 Negara!

"Kita telah memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN, kami ingin membantu para remaja dalam mengatasi masalah belajar mereka di sekolah. Agar mereka siap menjadi sumber daya manusia yang lebih kompeten di tingkat global," kata Paul saat ditemui VIVA.co.id, Kamis, 12 Januari 2017.

Dalam proses perancangan program ini, kata Paul, pihaknya juga mendapatkan masukan dan rekomendasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dengan harapan program ini dapat berjalan sesuai dengan arah kebijakan pemerintah, khususnya dalan meningkatkan keahlian siswa-siswi sekolah menengah di abad 21.

img_title Bapak-bapak Ajarkan Bahasa Inggris dengan Metode Kaca Spion

"Sebenarnya, kami ingin menerapkan di sekolah (kota) lain, namun kami yakin dengan diterapkannya sistem ini di sekolah-sekolah di Jakarta dan Bandung, sekolah di provinsi lain akan melihat hal ini sebagai sesuatu yang baik dan mungkin dapat membantu pendidikan di Indonesia," ujarnya.

Menurunnya minat belajar anak usia remaja di sekolah-sekolah di Indonesia menimbulkan keprihatinan orang tua dan guru. Paul yang sudah enam bulan tinggal di Indonesia, sempat mengunjungi beberapa sekolah di berbagai kota, seperti di Aceh, Jakarta, Bandung, Surabaya, Kalimantan, dan Papua.

Kebanyakan, sekolah masih menerapkan sistem pengajaran lama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Metode pembelajaran kebanyakan masih tidak sesuai dengan apa yang diinginkan anak remaja saat ini. Contohnya, guru menulis di papan tulis lalu memerintahkan para murid mengerjakan soal yang diberikan. Tapi, gurunya duduk diam. Kadang, kurang komunikasi dengan murid saat di kelas. Mereka (guru) sibuk dengan telepon seluler," ungkap Paul.

Kesulitan belajar Bahasa Inggris

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut