Polisi Periksa Polwan Istri Brigadir Esco yang Tewas Diduga Dianiaya

Dirreskrimum Polda NTB Kombes Syarif Hidayat
Sumber :
  • ANTARA/Dhimas B.P

Mataram, VIVA – Kepolisian Resor Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat memeriksa istri dari almarhum Brigadir Esco Faska Rely yang terungkap berprofesi sebagai polisi wanita (polwan).

Massa Demo di Polda Metro Tembakan Petasan hingga Bakar Fasilitas Umum

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTB Kombes Syarif Hidayat di Mataram, Jumat, mengatakan istri dari Brigadir Esco merupakan satu dari puluhan saksi yang sudah diperiksa Tim Satreskrim Polres Lombok Barat.

"Jadi, sudah ada puluhan, sekitar 23 orang yang diperiksa, orang yang pertama menemukan, rekan kerjanya, dan istrinya polwan," katanya.

Heboh Ada Surat Larangan Prajurit Keluar Rumah, TNI AD Bantah

Ilustrasi mayat

Photo :
  • VIVA.co.id/Andrew Tito

Perihal hasil dari pemeriksaan puluhan saksi tersebut, Syarif menolak untuk membeberkan ke publik, mengingat penanganan kasus ini masih dalam tahap penyelidikan.

7 Anggota Brimob Terlibat Rantis Lindas Ojol Terbukti Langgar Kode Etik

"Karena ini masih berjalan di tahap penyelidikan, jadi nanti saja kami sampaikan perkembangan," ujar dia.

Dia menerangkan tidak menutup kemungkinan akan ada lagi pemeriksaan tambahan terhadap para saksi menyusul upaya kepolisian meminta dukungan Bareskrim Polri meretas ponsel atau telepon seluler milik Brigadir Esco.

"Nantinya hasil analisis ponsel akan kami sesuaikan lagi dengan keterangan saksi-saksi," ucapnya.

Lebih lanjut, Syarif menegaskan bahwa penanganan kasus kematian Brigadir Esco oleh Satreskrim Polres Lombok Barat ini sudah menjadi atensi Polda NTB.

Kepolisian kini mengindikasikan adanya tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan Brigadir Esco tewas. Hal tersebut ditemukan dari hasil autopsi tim dokter forensik RS Bhayangkara Mataram.

Beranjak dari temuan tersebut, penyelidikan kini mengarah pada penelusuran peran pelaku yang menganiaya Brigadir Esco.

"Yang pastinya, kami akan maksimal. Karena kasus ini dapat atensi publik. Semoga apa yang kami lakukan ini bisa mendapatkan titik terang. Mohon waktu untuk bisa mengungkap ini. Polres dan Polda akan berusaha," ujar dia.

Jasad Brigadir Esco kali pertama ditemukan warga sekitar lokasi penemuan pada Minggu 24 Agustus pukul 11.30 Wita. Jasad ditemukan dalam keadaan terlentang dengan leher terjerat tali yang terikat pada sebatang pohon kecil di Dusun Nyiur Lembang Dalem, Desa Jembatan Gantung.

Atas temuan tersebut, informasi cepat menyebar ke tengah masyarakat hingga pihak kepolisian. Jasad Brigadir Esco kemudian dievakuasi dan kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara.

Identitas Brigadir Esco terungkap dari pakaian yang dikenakan dan barang miliknya seperti handphone, jam tangan hingga kunci kendaraan roda dua dalam kantong celana. (Ant)

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya