Gerindra DKI Sarankan Penamaan JIS Gunakan Dua Bahasa

Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Gerindra, Syarif
Sumber :
  • VIVA/Rahmat Fatahillah Ilham

VIVA – Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Gerindra, Syarif, merespons terkait penamaan Jakarta Internasional Stadium (JIS). Ia sarankan menggunakan dua bahasa.

Fraksi Gerindra Setuju Tunjangan Rumah Rp50 Juta buat Anggota DPR Dihentikan

Syarif berpendapat bahwa semua peraturan dapat berpedoman pada undang - undang yang berlaku.

"Menyebut undang - undang 39 tahun 2019, itu kan menyebut ada kewajiban setiap bangunan yang dibangun negara menggunakan Bahasa Indonesia, bunyinya wajib itu, berarti ya kepala daerah kan di undang - undang kewajibannya menjalankan peraturan undang2 yang berlaku," kata Syarif dalam keterangannya di kantor DRPD DKI Jakarta, Selasa 10 Mei 2022.

Kelakar Prabowo Ngeri Ucapannya Terbukti, Singgung Ada Anggota Gerindra Ditangkap Kasus Hukum

Selanjutnya, Syarif memiliki pendapat yang sama dengan Ombudsman soal penamaan JIS. Penggunaan bahasa asing sendiri dibolehkan jika memang ada kepentingan tersendiri.

Ia memeriksa pada saat penamaan JIS tersebut, namun tidak ada kepentingan atau pengecualian tersebut.

Prabowo Minta Pejabat Belajar dari Kasus Noel: Bersihkan Diri Sebelum Dibersihkan!

"Ya saya sama berpendapat dengan ombudsman, itu dua bahasa lah misalnya JIS tetap, di bawahnya bahasa Indonesia. Kalau mau bahasa Inggris ya ada pengecualian, tapi saya periksa ngga ada pengecualian, pengecualian misalnya demi kepentingan apa boleh menggunakan bahasa asing, ngga ada pengecualian soal itu," tambahnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria angkat bicara mengenai perbincangan penamaan Jakarta Internasional Stadium (JIS).

"Itu nanti akan kita pertimbangkan ya. Kita akan lihat sejauh mana itu aturan, ketentuan, masukan, dan saran," kata Wagub Ariza dalam keterangannya, Selasa 10 Mei 2022.

Baca juga: Riza Patria Jawab Kritik soal Penamaan JIS

Budisatrio Djiwandono

Tiga Fraksi Kompak! Gerindra, PDIP dan Golkar Setuju Tunjangan DPR Dihapus

Gerindra, PDI Perjuangan, dan Golkar kompak setuju hentikan tunjangan DPR yang dinilai berlebihan. Simak sikap tegas masing-masing fraksi soal tuntutan rakyat ini.

img_title
VIVA.co.id
31 Agustus 2025