11 Aksi Komplotan Oknum Marinir Sasar Harta Warga
- Pixabay
VIVA.co.id – Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Khrisna Murti mengatakan, komplotan perampok yang melibatkan oknum marinir dan dua warga sipil sudah menjalani aksinya terhitung sejak 2014 di daerah Jakarta.
Diketahui, tersangka terdiri dari warga sipil yaitu bernama P alias D dan W dan diduga oknum marinir yaitu P, PR dan N.
"Komplotan tersebut sudah melakukan aksi di 11 TKP (Tempat Kejadian Perkara) lain di Jakarta," ujar Krishna dalam keterangan kepada wartawan, Sabtu, 13 Februari 2016.
Adapun ke-11 TKP yang menjadi tempat komplotan tersebut beraksi antara lain:
1. Kios Star Foncell sekitar tanggal 6 April 2015, di Jalan Guru Mugni, Gang Matrix Rt 009/002 Kelurahan Karet, Semanggi, Jakarta Selatan. Pelaku mencuri 190 ponsel berbagai merek bersama dengan pelaku lain bernama Ompong dan Kasno dijual seharga Rp700 ribu.
2. Rumah kontrakan di belakang mal Ambasador, bersama pelaku lain, Ompong, dengan hasil mesin potong dan gerinda dan dijual sebesar Rp7 juta ke pedagang loak keliling.
3. Februari 2015 pukul 02.00 WIB, kantor daerah Kemang menjadi target dan bersama dengan ompong, dengan hasil empat monitor komputer dan 1 CPU di jual seharga Rp6,5 juta.
4. Tahun 2014 sekitar pukul 02.00 WIB, di proyek bangunan Tebet bersama dengan tersangka W. Pelaku mendapatkan mesin potong besi dan gerinda yang kemudian dijual seharga Rp6 juta ke pedagang loak.
5. Tahun 2014 sekitar pukul 02.00 WIB, di rumah Gang Kembang Kuningan bersama dengan tersangka W. Pelaku membawa satu potongan besi letter H ukuran setengah meter dijual seharga Rp15 juta.
6. Tahun 2014, di kawasan Mega Kuningan bersama dengan pelaku Ompong, dengan hasil besi stiger dua buah, dijual seharga Rp4 juta.
7. Sekitar tahun 2014, di proyek Casablanca bersama dengan W, dengan hasil besi timbang dengan jumlah 90 kilogram dan dijual seharga Rp7 juta.
8. Sekitar bulan Januari 2015, di Tanah kosong Tulodong, Senopati, bersama dengan Ompong. Pelaku mencuri mesin diesel ukuran sedang dan dijual seharga Rp3 juta.
9. Sekitar bulan Januari 2015, di proyek Mampang, seorang diri dengan hasil besi silang stiger lima buah ukuran dua meter dijual seharga Rp20 juta.