Samad Eks Wakapolda Sumut Akrab dengan Dunia Intelijen
- VIVA/Lucky Aditya
![]()
Kematiannya dianggap tak wajar karena ditemukan luka sayat pada tangan kanan dan kirinya. Juga luka gores di paha kanan belakang. Bercak-bercak darah korban tersebar di beberapa titik ruangan rumah. Kakinya saat ditemukan terikat tali rafia. Berdasarkan hasil autopsi, enam tulang rusuk kirinya patah.
"Posisi jatuh dan tulang rusuk yang patah belum bisa disimpulkan apakah ada yang mengangkat atau korban jalan sendiri. Ceceran darah ada, tapi alurnya bagaimana belum tahu, semua masih dianalisis dan didalami," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Malang, Ajun Komisaris Polisi Ambuka Yudha Hardi Putra.
Jenazah Agus Samad sudah dimakamkan di pemakaman umum kelurahan setempat pada Minggu pagi. Namun hingga hari keempat, pada 27 Februari, polisi belum dapat mengungkap teka-teki kematian korban. Polisi bahkan berkali-kali mengolah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi.
Semua hasil penyelidikan, bukti-bukti maupun keterangan saksi dan hasil autopsi, masih dianalisis dan belum dapat diungkap kepada publik. "Nanti biar kami yang pecahkan teka-teki itu. Ini adalah tantangan kami untuk mengungkap. Minta waktu sehari-dua hari semoga sudah ada keputusan," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur, Komisaris Besar Polisi Agung Yudha Wibowo. (mus)