PSBB Diperpanjang, Bodebek Akan Digempur Rapid Test Massal

Petugas melakukan pengawasan terhadap kendaraan yang melintasi Check Point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kawasan Kalimalang, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (13/5/2020).
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

VIVA – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional di Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi (Bodebek) diperpanjang terhitung mulai 3 Juli hingga 17 Juli 2020. Upaya itu di antaranya untuk mempercepat penanganan Covid-19.

img_title 3 Eks Demokrat Gabung NasDem, Siap 'Bertarung' di Pemilu 2029

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Barat, Daud Achmad, menjelaskan, perpanjangan itu ditindaklanjuti tim gugus tugas dengan rapid test secara massal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Untuk dua minggu ke depan konsentrasi rapid test, khususnya di wilayah Bodebek, karena sampai saat ini masih menjadi episentrum penyebaran Covid-19 ini," ujar Daud di Bandung, Jawa Barat, Kamis 2 Juli 2020.

img_title Semen Kujang Lahir Kembali, SIG Targetkan Penguatan Pasar Jabar

Baca juga: Tambah 1.624, Kasus Positif Corona di Indonesia Kini Tembus 59.394

Selain Bodebek, lanjut Daud, pemantauan daerah zona hijau yaitu Kota Sukabumi dilakukan mengantisipasi munculnya kasus positif karena aktivitas yang leluasa dibandingkan daerah lain.

img_title Gempa 4,3 M Guncang Cianjur, Getaran Terasa di Jakarta Hingga Bandung

"Pak gubernur minta kita untuk lebih intensif pemantauan di daerah hijau ini karena mungkin sudah melaksanakan kegiatan yang hampir 100 persen, nah kita harus lebih waspada di sana," tuturnya.

Sementara itu, update Covid-19 di Jawa Barat pada Kamis 2 Juli 2020 yaitu kasus positif mencapai 3.276 orang, meninggal 177 orang, dan sembuh 1.622 orang. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 2.652 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 1.273 orang.

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin

Menkes Soroti Tingginya Angka Kematian Ibu dan Bayi di RI, Terbanyak di Jawa Barat

Menkes Budi menyoroti tingginya angka kematian ibu dan bayi di Indonesia. Ia mengatakan sekitar 30.000 bayi dan 4.000 ibu meninggal dalam periode satu tahun.

img_title
VIVA.co.id
14 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut