GAR ITB Diminta Tahan Diri

Gembong Primadjaja
Sumber :
  • ANTARA

VIVA – Gembong Primadjaja, calon Ketua Umum Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) periode 2021-2025 meminta alumni yang tergabung dalam Gerakan Anti-Radikalisme (GAR) Alumni ITB untuk menahan diri.

img_title Driver Ojol Buron Pelaku Pencabulan Bocah 8 Tahun Ditangkap di Jateng

"Pluralisme sudah menjadi keniscayaan. Tidak perlu lagi diperdebatkan atau dipertentangkan. Dengan adanya pluralisme, rasanya tidak mungkin radikal akan hidup nyaman," ujar Gembong saat konferensi pers daring, di Jakarta, Senin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Belakangan, GAR yang isinya sejumlah alumnus ITB tengah menuai sorotan, setelah melaporkan Din Syamsuddin ke Komite Aparatur Sipil Negara (KASN), karena dugaan pelanggaran kode etik sebagai ASN, serta menyinggung juga soal isu radikal.

img_title Diduga Bunuh Penyu Belimbing di Raja Ampat, WNA Malaysia Ditangkap Saat Hendak Terbang ke Kuala Lumpur

Gembong menekankan bahwa isu politik tidak ada dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) IA ITB.

Menurut dia, IA ITB seyogianya bergerak dengan yang ada kaitannya dengan pendidikan di kampus, yaitu teknologi, sains dan seni.

img_title Basarnas Antisipasi Aktivitas Anak Krakatau Dalam Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang

Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) IA ITB periode 2016-2020 itu, mengungkapkan GAR ITB menjadi sebuah isu besar saat ini, karena kurangnya komunikasi dan interaksi satu sama lainnya.

Ia menekankan semestinya harus ada sosok yang bisa menyediakan waktu cukup menjalin komunikasi, sehingga mampu meminimalisasi perbedaan persepsi antara kelompok di dalam IA ITB.

"Saat ini perbedaan persepsi menjadi PR, agar bisa saya jembatani,” ujar caketum IA ITB nomor urut 3 itu pula.

"Saya berharap teman-teman yang sedang memperjuangkan sesuatu toleransi atau kebinekaan tadi bisa menahan diri agar lebih kondusif buat kita semua," kata Gembong, seraya menegaskan dirinya tak termasuk sebagai anggota GAR ITB.

Alih-alih memperdebatkan soal radikal, Gembong justru mengajak para alumnus yang tergabung dalam IA ITB untuk bersama-sama membangun bangsa dan membesarkan ranking ITB di Asia hingga dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keberadaan IA ITB, kata dia, harus mampu menjadi wadah kanalisasi dan optimalisasi alumni dalam berkarya membangun Indonesia menjadi lebih hebat.

Beberapa platform disampaikan Gembong dan siap dijalankannya jika terpilih sebagai Ketua Umum IA ITB Periode 2021-2025, salah satunya adalah mengembangkan "Indonesianisme Summit" yang saat ini menjadi panggung bagi alumni menunjukkan karya orisinalnya dan mempromosikan ke stakeholder terkait, seperti industriawan dan lainnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut