Banjir Setinggi hingga Tiga Meter Melanda Kapuas Hulu

Banjir merendam Pasar Pagi Putussibau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Sabtu, 4 September 2021.
Sumber :
  • ANTARA/Timotius

VIVA – Banjir merendam sejumlah rumah warga di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Sabtu, 4 September 2021, dengan ketinggian air bervariasi antara satu hingga tiga meter, akibat hujan deras mengguyur daerah itu.

Korban Tewas Akibat Banjir Bandang di Pakistan Bertambah Jadi 670 Orang

Banjir antara lain menggenangi rumah warga di Teluk Barak, Kelurahan Kedamin Hilir dan Desa Tanjung Jati, Kecamatan Putussibau Selatan.

Sejumlah fasilitas umum di daerah itu juga terendam air, antara lain akses jalan di beberapa kecamatan dan pasar di Kota Putussibau.

Alaska Hadapi Potensi Banjir Akibat Gletser, 30 Ribu Warga Mengungsi

Beberapa tempat di Kecamatan Putussibau Utara dan Pasar Pagi Putussibau juga terendam banjir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas Hulu Gunawan meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap banjir.
 
"Laporan sementara yang kami terima, banjir saat ini cukup besar, sejumlah kecamatan terendam banjir, akses jalan terputus di sejumlah kecamatan," kata dia.
 
Berdasarkan data sementara yang masuk BPBD Kapuas Hulu, banjir merendam sejumlah daerah di Kecamatan Putussibau Utara dan Putussibau Selatan, Bunut Hilir, Boyan Tanjung, Kalis, dan Bika.

Resmi jadi Sister City, Jakarta-Kuala Lumpur Kerja Sama Atasi Banjir hingga Sampah

Ia menyebut curah hujan sejak Agustus hingga awal September ini cukup tinggi.

"Dan bulan Agustus kemarin banjir juga terjadi cukup dalam dan awal September ini banjir kembali lagi terjadi," ucap dia.

Ia meminta para camat dan kepala desa proaktif melaporkan perkembangan banjir di daerah masing-masing.

BPBD Kapuas Hulu bersama tim gabungan dan relawan terus melakukan monitoring serta membantu mengevakuasi warga terdampak banjir, terutama di akses jalan Putussibau-Kalis. (ant)

Banjir besar. (Foto ilustrasi).

Banjir di Niger Tewaskan 47 Orang, 56 Ribu Mengungsi

Bencana itu telah berdampak pada 7.754 keluarga di 339 kawasan permukiman dan desa.

img_title
VIVA.co.id
21 Agustus 2025