Eijkman Riwayatmu Kini
Lembaga ini juga ikut serta dalam proses pengembangan Vaksin Merah Putih. Yakni vaksin yang dikembangkan di dalam negeri, bersama-sama dengan sejumlah universitas. Dengan vaksin buatan sendiri, membuat kita tidak tergantung pada vaksin dari luar negeri.
Pro dan Kontra
Peleburan Eijkman yang kini berada di bawah BRIN, tentu saja menimbulkan pro dan kontra. Perubahan yang terlihat saat ini adalah ratusan pegawai terpaksa tidak bisa melanjutkan karirnya di Eijkman. Ada 113 orang, imbas dari peleburan ini.Â
Terutama mereka yang periset sebagai honorer, tidak bisa dibawa serta usai Eijkman dilebur. Karena peleburan itu membuat adanya perubahan manajemen. Sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang mengatur BRIN itu sendiri.
Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengatakan, memang ada konsekuensi bagi peneliti honorer di Eijkman. Mereka tidak bisa ikut lagi ke dalam BRIN. Tetapi menurutnya, ada opsi yang ditawarkan.
"Untuk itu BRIN telah memberikan beberapa opsi sesuai status masing-masing," katanya.
Laksana Tri Handoko juga mengatakan, dengan peleburan Eijkman ke dalam BRIN ini, memberi kepastian dan fasilitas yang layak bagi PNS periset. Karena sebelumnya Eijkman bukan lembaga resmi dari pemerintah, dan juga hanya unit proyek di kementerian terkait.
Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban, mengutarakan rasa cemas dan prihatinnya kepada Eijkman. Itu diunggahnya setelah lembaga tersebut dilebur ke BRIN. Meski tak menyebut secara eksplisit, Prof Beri biasa ia disapa, menginginkan budaya kerja Eijkman nanti tetap harus dipertahankan.
"Prihatin dan cemas melihat kondisi Eijkman dan orang di dalamnya saat ini. Eijkman adalah sejarah. Warisan ilmiah. Salah satu yang terbaik dengan banyak publikasi internasional. Sepatutnya dihormati. Manajemen baru harus mempertahankan cara kerja Eijkman yang sudah terbukti itu," kata Prof Beri, dalam akun twitter miliknya.
Dengan pengalaman panjang dan memiliki sejarah yang kuat selama ini, tentu kiprah Eijkman tetap akan selalu ditunggu. Termasuk dengan manajemen baru di bawah BRIN saat ini.