Profil Murad Ismail, Eks Komandan Brimob yang Tantang Duel Pendemo
- VIVA/Supriadi Maud
VIVA Nasional – Aksi Gubernur Maluku Murad Ismail yang menantang duel warganya saat melakukan kunjungan di Kabupaten Buru terus menuai sorotan. Aksi yang dinilai tak lazim itu membuat Pemprov Maluku angkat bicara dan mengaku bahwa kejadian tersebut hanya bersifat insidental dan dipastikan tak berujung perkelahian.
Kadis Kominfo Maluku Titus F.L. Renwarin yang dikonfirmasi membenarkan insiden itu. Dia mengatakan, bahwa kejadian dalam video bersifat insidental dan dipastikan tak ada masalah lebih lanjut karena tantangan itu tidak sampai berbuntut perkelahian.
"Iya, itu sudah tidak ada lagi masalah sebenarnya, tidak sampai berkelahi. Sifatnya reaktif saja," ungkap Titus saat dimintai konfirmasi, Senin 11 Juli 2022.
Aksi Gubernur Murad yang menantang warganya bermula saat dia hendak melakukan peresmian di Pelabuhan Merah Putih di Kabupaten Buru, Sabtu 9 Juli 2022. Saat itu diduga ada massa aksi unjuk rasa di lokasi berteriak-teriak sehingga sang gubernur menantang duel salah satu pengunjuk rasa tersebut.
Kendati begitu, Titus pun mengaku jika insiden itu terjadi karena sejumlah orang terus memanggil nama Murad Ismail dengan suara lantang. Saat itu juga Murad yang terus dipanggil akhirnya berbalik.
"Ada yang berteriak-teriak. Karena memang teriakan begitukan dan didengar langsung oleh yang bersangkutan pasti emosi juga. Apalagi manggil-manggil nama begitu," katanya.
Menurut informasi yang dirangkum VIVA, Gubernur Maluku Murad Ismail pertama kalinya menjabat sebagai Gubernur Maluku sejak 2019 lalu. Murad Ismail resmi memimpin Maluku bersama wakilnya Barnabas Orno setelah dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada 24 April 2019 lalu.
Pria yang lahir di Ambon pada 11 September 1961 ini dikenal memiliki pengalaman yang banyak di bidang kepolisian. Bahkan jejak karir Murad Ismail di kepolisian sangat cemerlang. Sebelum menjabat sebagai Gubernur Maluku, Murad ternyata memiliki karier panjang di kepolisian. Murad merupakan purnawirawan dengan pangkat terakhir jenderal bintang dua atau Irjen.
Dilansir dari website resmi Provinsi Maluku, Murad Ismail merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) di tahun 1985. Pada tahun 2010 Murad Ismail menjalani pendidikan SESPIMTI.
Mengutip lagi dari Lemdiklat Polri, pendidikan SESPIMTI yang pernah dilalui Murad merupakan level pendidikan pengembangan umum tertinggi di Polri yang memiliki tujuan untuk mengembangkan kemampuan manajerial dan kepemimpinan organisasi tingkat tinggi dan menyiapkan para peserta didiknya menjadi pemimpin maupun manajer di tingkat nasional.