Empat Anggota Polisi di Makassar Dipecat, Karena Bolos Sampai Narkoba

Upacara PTDH Terhadap 4 Personil Polrestabes Makassar
Sumber :
  • VIVA/ Supriadi Maud/Media Partner Sulawesi

Nasional – Polrestabes Makassar, melakukan pemberhentian tidak dengan hormat atau PTDH terhadap 4 personil di jajarannya. Pemecetan secara resmi tersebut dilakukan pada upacara Senin, 24 Juli 2023.

Komisi III DPR Segera Panggil Polri Cecar Kasus Kematian Affan Kurniawan

Kapolrestabes Makassar, Kombes Mokhmad Ngajib, mengatakan keempat personilnya itu dipecat lantaran terlibat dalam kasus narkoba dan disersi atau meninggalkan tugas tanpa alasan yang sah selama 30 hari berturut-turut.

"Ada 4 anggota yang telah dipecat. Tiga disersi dan satu narkoba," kata Kombes Mokhmad Ngajib, saat dihubungi.

10 Polisi Disebut Terluka Buntut Demo Ricuh DPR, 1 Kritis

Dia menjelaskan, upacara PTDH yang digelarnya merupakan acara absentia. Sebab, kata Ngajib, personil yang diberhentikan ada yang sementara menjalani hukuman dan ada yang tidak diketahui keberadaannya.

Dia menyebut, bahwa pelaksanaan upacara PTDH itu merupakan sebuah momentum dan pembelajaran bagi semua anggota Polri. Agar mereka memperbaiki diri dalam menjalankan tugas.

Pimpin Sertijab Dirkamsel, Irjen Agus Singgung Marwah Korlantas Sebagai Pejuang Keselamatan

"Diharapkan kepada semua anggota, baik perwira maupun bintara agar senantiasa menjaga kebersamaan. Apabila ada halangan dalam melaksanakan tugas maka sampaikan kepada atasannya. Mari niatkan kebersamaan dengan kata bismillah demi keselamatan dan keamanan kita semua," terang Kombes Ngajib.

Adapun keempat anggota Polri yang dipecat yakni:

1. Briptu M. Said (Disersi)

2. Brigpol Nurtanio Nur (Disersi)

3. Brigpol Lukman (Disersi)

4. Brigpol Arifuddin Nanu. (Narkoba)

Penampakan 7 Brimob di mobil rantis yang lindas ojol

7 Anggota Brimob Terlibat Rantis Lindas Ojol Terbukti Langgar Kode Etik

Ketujuh anggota tersebut berinisial Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu B, Bripda M, Baraka Y, dan Baraka J.

img_title
VIVA.co.id
29 Agustus 2025