Kepala BIN: Orang Intel Kerja Senyap, Tapi Jangan Tidur!

Herindra, Calon Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Fit Proper Test di DPR
Sumber :
  • VIVA.co.id/M Ali Wafa

Bogor, VIVA - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Muhammad Herindra menegaskan seorang intelijen harus bekerja dalam senyap. Namun, jangan sampai lalai dalam tugas, apalagi tidur. 

img_title 8 WNI Diduga Gabung Tentara Rusia, Begini Respons BIN

Hal tersebut disampaikan Herindra dalam paparannya di acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun 2024, di Sentul, Bogor, Jawa Barat pada Kamis, 7 November 2024.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Awalnya dia menyapa jajarannya yang turut hadir dalam acara tersebut. Namun, dia mengingatkan untuk seluruh intelijen untuk menjalankan tugas dengan baik jangan lalai.

img_title Kepala BIN Dorong UU Penanggulangan Spionase dan Intervensi Asing untuk Perkuat Kedaulatan

"BINDA (Badan Intelijen Daerah), mana BINDA. Nah, BINDA memang sedikit suaranya. Bagus ya, memang orang intel kerja dalam kesenyapan. Tapi, jangan tidur," kata Herindra.

Ia menambahkan bahwa setiap intelijen harus saling berkoordinasi antara di pusat, maupun di daerah. Herindra menilai, koordinasi merupakan hal penting dalam satuan intelijen.

img_title Sinergi Polri, TNI dan BIN Kawal HUT ke-81 RI Dinilai Jaga Stabilitas dari Berbagai Ancaman

"Biasanya intel tuh gitu, senyap tapi tidur. Nah jangan, yang perlu saya tekankan apa? Koordinasi antara intelijen daerah. Ini penting, karena apa? Saya lihat banyak yang masih ikut sektoral," ujar Herindra.

Herindra juga meminta anggota intelijen harus berbagi informasi ke sesama anggota. Justru, kata dia, informasi harus disampaikan tepat waktu agar menjadi manfaat. 

"Jangan ada informasi di tahan sendiri, saling sharing. Ini jadi tantangan kita semua. Jangan apintel istilahnya punya informasi mau dimakan sendiri. Tidak, harus sharing informasi," kata Herindra.

"Informasi kalau tidak tepat waktu enggak ada manfaatnya. Ini permasalahan, kadang-kadang apintel malah saling ngintelin," sambungnya.

Di sisi lain, Herindra juga membeberkan beberapa potensi kekacauan menjelang kontestasi Pilkada Serentak 2024. Di antaranya yaitu fase kritis saat minggu tenang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dalam minggu tenang, kata dia, justru banyak terjadi hal-hal yang berpotensi menimbulkan kekacauan. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan mulai beroperasi senyap saat hari pencoblosan sudah dekat.

"Kemudian, yang kedua adalah saat minggu tenang. Di mana, disitu banyak terjadi adanya, mungkin namanya minggu tenang, tapi kadang justru di minggu tenang itu tidak tenang. Justru banyak mobilisasi yang disitulah peran intelijen, tertutup kegiatannya. Banyak gerakan-gerakan yang tidak terdeteksi tetapi berpotensi terhadap jalannya pelaksanaan Pilkada," kata dia. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut