Gunung Marapi Erupsi Lagi, Status Masih Berada pada Level Waspada

Erupsi Gunung Marapi
Sumber :
  • VIVA.co.id/Andri Mardiansyah (Padang)

Agam, VIVA – Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali mengalami erupsi pada Rabu, 5 Maret 2025 pukul 08.33 WIB. Menurut laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,4 mm dan durasi sekitar 38 detik. 

img_title 3 Jenis Barang Temuan SAR Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang Kontak saat Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau

Meskipun tinggi kolom abu tidak teramati, pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Informasi yang dihimpun VIVA, sebagian masyarakat di sekitar Gunung Marapi mendengar suara dentuman. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan catatan Pos Pengamat Gunungapi Marapi, di pekan pertama Maret 2025, Gunung Marapi sudah 2 kali mengalami letusan dan 23 kali hembusan.

img_title Andra Soni Sisir Pulau Rakata Cari 5 Jurnalis yang Hilang saat Liput Erupsi Anak Krakatau

Gunung Marapi

Photo :
  • VIVA.co.id/Andri Mardiansyah (Padang)

Namun demikian, PVMBG memastikan, status Gunung Marapi yang terletak di Kabupaten Tanah Datar dan Agam tersebut, masih berada pada level II alias waspada.

img_title Hari Keempat, 13 Kapal Dikerahkan Cari 5 Jurnalis Hilang

Mengingat potensi erupsi atau letusan dapat terjadi sewaktu-waktu, PVMBG meminta masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Marapi untuk tidak memasuki wilayah radius 3 kilometer dari pusat erupsi atau kawah Verbeek. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, mengingat curah hujan sedang tinggi, PVMBG juga mengimbau masyarakat yang bermukim di sekitar lembah, bantaran, aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Marapi agar tetap mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar atau banjir lahar.

Fenomena air laut surut dikaitkan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau

Viral Video Air Laut Surut Dikaitkan dengan Erupsi Gunung Anak Krakatau, Badan Geologi Beri Penjelasan

Video yang memperlihatkan kondisi air laut surut dan dikaitkan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau viral di media sosial. Fenomena ini dikaitkan dengan terjadi tsunami

img_title
VIVA.co.id
13 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut